Gemuruh Alat Berat di Bukit Agam: Jalan Harapan Kembali Dibuka Setelah Seminggu Terisolasi

- Kamis, 04 Desember 2025 | 00:15 WIB
Gemuruh Alat Berat di Bukit Agam: Jalan Harapan Kembali Dibuka Setelah Seminggu Terisolasi

Sudah lebih dari seminggu, hidup mereka terputus. Di Jorong Tamtaman, Nagari Tigo Koto Silungkang, Kabupaten Agam, warga benar-benar terkurung. Penyebabnya adalah banjir bandang dan longsor yang menggulung Kecamatan Palembayan, memutus segala akses. Beberapa nagari lainnya pun ikut terisolasi, terpenjara oleh amukan alam.

Bukan cuma jalan yang hilang. Aktivitas warga lumpuh total. Untuk sekadar membeli kebutuhan pokok saja susahnya setengah mati, karena jalur menuju Bukittinggi dan Padang tertimbun material. Bayangkan, hidup di balik perbukitan tanpa listrik, plus jaringan internet yang lenyap jendela dunia mereka tertutup paksa selama sepekan ini.

Melihat kondisi itu, gabungan Satuan Brimob Polda Riau, Jambi, dan Sumatera Barat akhirnya turun tangan. Mereka membawa alat berat, dengan misi utama yang jelas: membuka jalan. Membuka harapan.

“Sampai dengan hari ini sudah ada 11 titik yang sudah bisa dilalui oleh sepeda motor,”

kata Dansat Brimob Polda Riau, Kombes I Ketut Gede Adi Wibawa, saat dikonfirmasi di lokasi pada Rabu (3/12/2025).

Namun begitu, pekerjaan belum usai. Tim gabungan akan melanjutkan upaya mereka pada Kamis besok, berjuang agar jalan bisa dilalui mobil.

“Saat ini tinggal 1 titik longsor besar yang masih belum tertangani,”

tambahnya.

Rabu lalu, gemuruh alat berat akhirnya terdengar. Bagi warga yang terisolir, suara itu seperti musik. Sebuah secercah harapan. Personel Brimob datang bukan cuma untuk membuka jalan; mereka juga membawa bantuan konkret. Mulai dari makanan siap saji, air mineral, sampai popok dan susu formula untuk bayi. Bantuan itu langsung disambut dengan antusias dan rasa syukur.

Kabid Humas Polda Riau, Kombes Anom Karibianto, menegaskan arti penting langkah ini.

“Ini adalah bukti negara hadir untuk masyarakat,”

tegas Anom.

Memang, kehadiran mereka di lokasi bencana memberi napas baru. Setidaknya, ada harapan bagi warga untuk perlahan bangkit, memulihkan diri, dan mencoba menyusun kembali kehidupan yang porak-poranda diterjang longsor.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar