Latar belakang perubahan ini, tentu saja, adalah transaksi kepemilikan besar-besaran. Sebelumnya, Sampoerna Group lewat Twinwood Family Holdings Limited melepas seluruh sahamnya di Sampoerna Agro. Pembelinya adalah POSCO, yang kini memegang kendali 65,72 persen. Langkah strategis ini disebut-sebut untuk memperkuat ekosistem bisnis CPO POSCO di Indonesia. Ambisi mereka jelas terlihat.
Selain ganti nama, papan pengurus perusahaan juga mengalami pergeseran. Kong, Byoungsun resmi didapuk sebagai Komisaris Utama, mengambil alih posisi Eka Dharmajanto Kasih yang mengundurkan diri. Pergantian pengendali biasanya memang membawa angin perubahan di jajaran dewan.
Namun begitu, tidak semua berubah. Di sisi lain, jajaran Direksi dan Komisaris lainnya tetap dipertahankan. Budi Setiawan Halim, misalnya, masih dipercaya memegang tampuk Direktur Utama. Stabilitas di tengah perubahan tetap dijaga.
Kini, tinggal menunggu lampu hijau dari pemerintah. Transisi dari Sampoerna Agro ke Prime Agri Resources tinggal selangkah lagi.
Artikel Terkait
Laba Bersih Astra 2025 Turun Tipis 3%, Jasa Keuangan Jadi Penyelamat
Program Pondasi Perbaiki Ratusan Rumah Warga di Kalimantan Tengah
Laba Bersih ITMG Anjlok 49% di Tengah Pelemahan Harga Batu Bara
Harga Emas Antam Stagnan di Rp 3,085 Juta per Gram Awal Maret