Prabowo Pacu 11 Proyek Hilirisasi Senilai Rp 101 Triliun

- Senin, 12 Januari 2026 | 20:36 WIB
Prabowo Pacu 11 Proyek Hilirisasi Senilai Rp 101 Triliun

Dalam acara peresmian RDMP Balikpapan, Senin (12/1), Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan sejumlah proyek hilirisasi bakal segera dimulai. Nilainya tak main-main, mencapai sekitar 6 miliar dolar AS atau jika dirupiahkan, tembus Rp 101 triliun. Menurutnya, dalam beberapa minggu ke depan, minimal 6 proyek akan dimulai. Bahkan, angka itu bisa merangkak naik sampai 11 proyek.

“Kita harapkan minimal 6 proyek hilirisasi, mungkin bisa sampai 11. Nilainya adalah kurang lebih 6 miliar dolar,” ucap Prabowo.

Optimismenya terasa jelas. Meski mengakui proyek-proyek semacam ini butuh dana yang sangat besar, Prabowo yakin Indonesia bisa mencapainya asal dikelola dengan baik. Saat ini, Danantara Indonesia masih melakukan uji kelayakan atau feasibility study untuk 18 proyek hilirisasi.

Di sisi lain, Prabowo juga memprediksi akan ada gelombang investasi asing yang masuk. Dia bilang, proses industrialisasi yang dibutuhkan Indonesia ini butuh waktu 10 sampai 20 tahun, atau bahkan bisa lebih cepat.

“Saya perkirakan cukup besar investasi yang akan masuk,” tegasnya.

Namun begitu, dia mengingatkan bahwa kesiapan SDM jadi kunci. “Kita untuk itu harus benar-benar siapkan awak, siapkan manajemen, siapkan manajer-manajer muda yang bisa menjaga, mengelola proyek-proyek ini,” tambah Prabowo.

Salah satu proyek yang paling disorot adalah Waste to Energy (WtE) atau pengolahan sampah jadi energi listrik. Rencananya, ada 34 lokasi yang akan dibangun. Prabowo menilai proyek ini penting banget, terutama untuk mengatasi tumpukan sampah di kota-kota besar yang sudah mengkhawatirkan.

“Sampah itu sudah menumpuk luar biasa. Ini sudah akan menjadi bencana,” tuturnya. “Belasan tahun tidak bisa kita wujudkan proyek sampah yang baik. Kita sekarang akan mulai 34 proyek, tendernya dibuka mungkin hari-hari ini, tapi ini butuh waktu 2 tahun sampai berfungsi.”

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi sudah lebih rinci menjelaskan jadwalnya. Dia bilang, groundbreaking 18 proyek hilirisasi yang sedang dikaji itu akan dilakukan bertahap dari Januari hingga Maret 2026.

“Rencananya akan ada di bulan Januari, ada 6 groundbreaking dari program hilirisasi yang kemudian nanti dilanjutkan di bulan Februari dan di bulan Maret,” kata Prasetyo kepada wartawan di Hambalang, Selasa (6/1).

Dia memberi contoh konkret. Selain 34 proyek PSEL yang masing-masing bisa olah 1.000 ton sampah per hari, ada juga proyek di sektor energi. Beberapa di antaranya adalah gasifikasi batu bara menjadi DME, yang rencananya akan digarap oleh PT Bukit Asam (PTBA).

Tak cuma itu, sektor pertanian juga dapat perhatian. Prasetyo menyebutkan program padat karya yang punya nilai investasi besar, mengingat Indonesia punya komoditas bernilai jual tinggi.

“Kita adalah negara yang dikaruniai oleh Tuhan Yang Maha Besar kita dapat memproduksi komoditas-komoditas yang memiliki nilai jual tinggi seperti kopi, cokelat, pala, dan sebagainya,” tutur Prasetyo.

Jadi, dalam waktu dekat ini, geliat proyek strategis tampaknya akan semakin terasa. Dari pengolahan sampah hingga hilirisasi hasil bumi, semuanya digeber. Tinggal tunggu realisasinya di lapangan.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar