Di sebuah ruang rapat di Jakarta, Selasa lalu, para pemegang saham PT Sampoerna Agro Tbk memutuskan sebuah babak baru. Mereka sepakat mengubah nama perusahaan yang sudah dikenal lama itu. Nantinya, ia akan disebut sebagai PT Prime Agri Resources Tbk. Keputusan ini, seperti yang banyak ditebak, tak lepas dari akuisisi yang dilakukan raksasa Korea Selatan, POSCO International Corporation.
Rapat itu sendiri berlangsung di North Tower, Sampoerna Strategic Square. Yang menarik, dukungannya hampir bulat. Pemegang saham yang mewakili 98,42 persen saham atau setara 1,37 miliar lembar mengangguk setuju. Suara mayoritas yang sangat jelas.
“Menyetujui perubahan nama perseroan dari semula PT Sampoerna Agro Tbk menjadi PT Prime Agri Resources Tbk,”
Begitu bunyi pernyataan resmi manajemen SGRO usai rapat. Tapi, jangan buru-buru. Nama baru itu belum bisa langsung dipasang di pintu kantor.
Masih ada satu tahap krusial: persetujuan dari Kementerian Hukum RI. Proses birokrasi ini menentukan segalanya. Kalau misalnya nama “Prime Agri Resources” ditolak, perusahaan sudah siap dengan plan B. Opsi cadangannya adalah PT Prime Agro Resources Tbk atau PT Premier Agri Resources Tbk. Jadi, masih ada amunisi lain.
Artikel Terkait
Laba Bersih Astra 2025 Turun Tipis 3%, Jasa Keuangan Jadi Penyelamat
Program Pondasi Perbaiki Ratusan Rumah Warga di Kalimantan Tengah
Laba Bersih ITMG Anjlok 49% di Tengah Pelemahan Harga Batu Bara
Harga Emas Antam Stagnan di Rp 3,085 Juta per Gram Awal Maret