Jokowi Dituding Sengaja Lari dari Tanggung Jawab Kasus Whoosh
Presiden Joko Widodo (Jokowi) dituding sengaja menghindar dari tanggung jawab terkait kasus dugaan korupsi proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh yang sedang diselidiki KPK.
Kritik Terhadap Sikap Jokowi dalam Kasus Whoosh
Direktur Eksekutif Studi Demokrasi Rakyat (SDR), Hari Purwanto, menyoroti sikap Jokowi yang dianggap tidak serius menangani dugaan markup proyek Whoosh. Alih-alih membahas kasus tersebut, Jokowi justru fokus pada pembahasan penanganan kemacetan di Jabodetabek dan Bandung.
Hari Purwanto menggunakan peribahasa Jawa 'Nggih-nggih ora kepanggih' untuk menggambarkan sikap Jokowi. Menurutnya, Presiden kerap mengiyakan janji namun tidak menepatinya dengan tindakan nyata.
Desakan Agar Jokowi Dimintai Keterangan KPK
Hari Purwanto menegaskan bahwa Jokowi sengaja lari dari tanggung jawab atas kasus Whoosh. Ia juga menyoroti beban biaya proyek Whoosh yang akhirnya ditanggung APBN.
"Jokowi layak dipanggil KPK untuk dimintai keterangan agar siapapun sama di mata hukum," tegas Hari.
Penyelidikan KPK Terkasus Whoosh
KPK diketahui telah melakukan penyelidikan terkait proyek Whoosh sejak awal 2025. Sejumlah pihak telah dimintai keterangan, meski identitas mereka belum diungkap secara publik.
Kasus Whoosh terus menjadi sorotan publik seiring dengan berkembangnya penyelidikan KPK terhadap dugaan korupsi dalam proyek strategis nasional ini.
Artikel Terkait
Calon Jemaah Haji Asal Mamuju Meninggal di RS Wahidin Sesaat Sebelum Diberangkatkan ke Tanah Suci
Mahfud MD Ungkap Sembilan Kultur Buruk di Polri, Kekerasan hingga Korupsi Jadi Sorotan Utama
BMKG: Sebagian Besar Wilayah Sulsel Berpotensi Hujan Sedang pada Kamis
Mahfud MD Ungkap Sembilan Masalah Kultur Polri, dari Kekerasan hingga Impunitas