China Desak Iran dan AS Segera Buka Kembali Selat Hormuz serta Hentikan Seluruh Permusuhan di Timur Tengah

- Rabu, 06 Mei 2026 | 18:15 WIB
China Desak Iran dan AS Segera Buka Kembali Selat Hormuz serta Hentikan Seluruh Permusuhan di Timur Tengah

Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, mendesak penghentian segera seluruh permusuhan di Timur Tengah dan menyerukan pembukaan kembali Selat Hormuz “sesegera mungkin” oleh Iran dan Amerika Serikat. Seruan itu disampaikan Wang Yi dalam pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, yang tengah melakukan kunjungan kerja ke Beijing.

Pertemuan bilateral tersebut digelar di ibu kota China pada Rabu (6/5/2026) waktu setempat. Dalam kesempatan itu, Wang Yi juga meminta agar negosiasi damai antara Teheran dan Washington, yang sempat terhenti dalam beberapa waktu terakhir, segera dilanjutkan kembali. Pertempuran antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran yang meletus pada 28 Februari lalu sempat ditangguhkan setelah gencatan senjata selama dua pekan diumumkan pada 7 April. Gencatan senjata itu kemudian diperpanjang oleh Presiden AS Donald Trump tanpa batas waktu yang jelas.

“China menganggap bahwa penghentian pertempuran secara menyeluruh harus dicapai tanpa penundaan, bahwa memulai kembali permusuhan bahkan lebih tidak dapat diterima, dan bahwa melanjutkan negosiasi tetap penting,” kata Wang Yi dalam pernyataan resmi yang dirilis Kementerian Luar Negeri China seusai pertemuan dengan Araghchi.

Dalam pernyataan yang sama, Wang Yi menegaskan bahwa China mengharapkan pihak-pihak terkait merespons seruan mendesak komunitas internasional untuk memulihkan lalu lintas maritim yang normal dan aman melalui Selat Hormuz. Selat tersebut merupakan jalur perairan strategis bagi pasokan minyak dan gas global, dan China terkena dampak langsung dari blokade yang melumpuhkan jalur tersebut.

Mengenai isu nuklir, Wang Yi menyambut baik komitmen Iran untuk tidak mengembangkan senjata nuklir. Namun, ia juga menekankan bahwa Iran memiliki hak yang sah untuk memanfaatkan energi nuklir untuk tujuan damai. “China menyambut baik komitmen Iran untuk tidak mengembangkan senjata nuklir, sambil mempertimbangkan bahwa Iran memiliki hak yang sah untuk penggunaan energi nuklir secara damai,” ucap Wang Yi dalam pertemuan dengan Araghchi.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar