Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, memberikan respons positif. Ia menyambut baik kesepakatan gencatan senjata dua minggu yang diumumkan oleh Amerika Serikat dan Iran. Kabar ini tentu jadi secercah harapan di tengah ketegangan yang berkepanjangan.
Melalui juru bicaranya, Stephane Dujarric, Guterres mendesak semua pihak untuk mematuhi kesepakatan. "Semua pihak untuk mematuhi kewajiban mereka berdasarkan hukum internasional dan menaati ketentuan gencatan senjata," ucapnya, seperti dilaporkan Aljazeera, Rabu (8/4/2026).
Menurutnya, langkah ini penting untuk membuka jalan menuju perdamaian yang lebih langgeng dan menyeluruh di kawasan. Guterres menekankan, penghentian permusuhan sangat mendesak. Tujuannya jelas: melindungi nyawa warga sipil dan meringankan penderitaan manusia yang sudah berlangsung cukup lama.
Untuk mendukung proses ini, Utusan Pribadi Sekjen PBB, Jean Arnault, telah berada di lokasi. Kehadirannya di kawasan tersebut dimaksudkan untuk mendorong upaya-upaya perdamaian.
Di sisi lain, kesepakatan ini ternyata tidak datang begitu saja. Iran memang telah menyetujui gencatan senjata, namun dengan catatan. Mantan Presiden AS Donald Trump menyebutkan, gencatan senjata bergantung pada persetujuan Iran untuk membuka akses yang lengkap, segera, dan aman di Selat Hormuz.
Artikel Terkait
Timnas Futsal Indonesia Hadapi Australia Perebutkan Puncak Klasemen Grup B Piala AFF 2026
China dan Rusia Veto Resolusi PBB Soal Keamanan Selat Hormuz, Sebut Bias terhadap Iran
Kemnaker Beri Insentif bagi Perusahaan yang Fasilitasi Sertifikasi Peserta Magang
Pemerintah Gelar Rapat Kerja Besar, Seluruh Jajaran Kabinet hingga Dirut BUMN Dihadirkan