Sekjen PBB Sambut Gencatan Senjata Dua Minggu AS-Iran

- Rabu, 08 April 2026 | 12:15 WIB
Sekjen PBB Sambut Gencatan Senjata Dua Minggu AS-Iran

Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, memberikan respons positif. Ia menyambut baik kesepakatan gencatan senjata dua minggu yang diumumkan oleh Amerika Serikat dan Iran. Kabar ini tentu jadi secercah harapan di tengah ketegangan yang berkepanjangan.

Melalui juru bicaranya, Stephane Dujarric, Guterres mendesak semua pihak untuk mematuhi kesepakatan. "Semua pihak untuk mematuhi kewajiban mereka berdasarkan hukum internasional dan menaati ketentuan gencatan senjata," ucapnya, seperti dilaporkan Aljazeera, Rabu (8/4/2026).

Menurutnya, langkah ini penting untuk membuka jalan menuju perdamaian yang lebih langgeng dan menyeluruh di kawasan. Guterres menekankan, penghentian permusuhan sangat mendesak. Tujuannya jelas: melindungi nyawa warga sipil dan meringankan penderitaan manusia yang sudah berlangsung cukup lama.

Untuk mendukung proses ini, Utusan Pribadi Sekjen PBB, Jean Arnault, telah berada di lokasi. Kehadirannya di kawasan tersebut dimaksudkan untuk mendorong upaya-upaya perdamaian.

Di sisi lain, kesepakatan ini ternyata tidak datang begitu saja. Iran memang telah menyetujui gencatan senjata, namun dengan catatan. Mantan Presiden AS Donald Trump menyebutkan, gencatan senjata bergantung pada persetujuan Iran untuk membuka akses yang lengkap, segera, dan aman di Selat Hormuz.

Lokasi itu memang krusial. Selat Hormuz adalah jalur air vital yang menghubungkan Teluk Persia ke Laut Arab. Sekitar seperlima pasokan minyak global melintas di sana. Blokade sebagian yang dilakukan Iran sebelumnya sempat mengacaukan perdagangan global, mendongkrak harga minyak, dan memicu kelangkaan bahan bakar di berbagai negara.

Nah, negosiasi sendiri berjalan cukup alot. AS disebut telah menerima proposal 10 poin dari Iran. Mereka percaya dokumen itu bisa jadi landasan yang cukup baik untuk berunding. Bahkan, kedua belah pihak dikabarkan telah menyepakati hampir semua poin perselisihan. Periode dua minggu ini diharapkan bisa menjadi momen untuk menyelesaikan dan mewujudkan kesepakatan final.

“Jika serangan terhadap Iran dihentikan, angkatan bersenjata kita yang kuat akan menghentikan operasi pertahanan mereka,” tulis seorang pejabat Iran dalam sebuah unggahan di platform X.

Pernyataan serupa datang dari diplomat Iran, Araghchi. Ia menjelaskan bahwa jalur aman melalui Selat Hormuz bisa terwujud dengan koordinasi bersama Angkatan Bersenjata Iran. Keputusan ini, katanya, diambil setelah Trump menerima kerangka umum proposal 10 poin Iran sebagai dasar negosiasi. Sebuah perkembangan yang cukup signifikan, meski jalan menuju perdamaian tetap terlihat berliku.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar