Secara volume, realisasinya tak main-main: sekitar 353,5 ribu ton beras dan 70,7 juta liter minyak goreng telah sampai ke tangan yang membutuhkan. Rachmi mengakui masih ada sisa pagu yang harus diselesaikan. “Penyalurannya akan kami percepat,” katanya, terutama untuk daerah-daerah yang aksesnya sulit atau punya tantangan geografis.
Meski stok nasional terlihat kuat, bukan berarti harga di pasar otomatis stabil. Rachmi mengingatkan, harga tetap bisa berubah-ubah. Faktor distribusi, permintaan musiman, dan kondisi lokal di sejumlah wilayah masih punya pengaruh besar.
Jelasnya lagi.
Sebagai lapisan pengaman tambahan, Bapanas mencatat sebagian besar pemerintah daerah sudah punya Cadangan Beras Pemerintah Daerah (CBPD). Stok di level daerah ini diharapkan bisa menjadi penyangga pertama saat ada gejolak harga atau kondisi darurat lokal terjadi.
Jadi, secara garis besar, situasinya cukup positif. Tapi, seperti biasa, tantangan riilnya tetap ada di lapangan: mendistribusikan semua stok itu dengan lancar dan merata.
Artikel Terkait
VKTR Dukung Pengolahan Sampah Jadi Energi dengan Truk Listrik
Danantara Godok Skema Holding Maskapai Garuda, Citilink, dan Pelita Air
Sari Roti Rencanakan Diversifikasi ke Bisnis Pakan Ternak dari Limbah Produksi
IHSG Menguat Tipis ke 8.235,49 Didorong Aksi Beli di Saham-Saham Emiten Tertentu