Wali Kota Makassar Tinjau Langsung Pengungsian Banjir di Biringkanaya

- Sabtu, 28 Februari 2026 | 00:45 WIB
Wali Kota Makassar Tinjau Langsung Pengungsian Banjir di Biringkanaya

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, turun langsung ke lokasi pengungsian banjir yang berada di SDN Paccerakkang, Biringkanaya. Kunjungannya itu bukan sekadar formalitas. Ia datang untuk memastikan bantuan logistik benar-benar sampai ke tangan warga yang terdampak.

Saat berdialog dengan para pengungsi, Munafri menyampaikan pesan yang cukup gamblang. Ia meminta warga untuk tidak sungkan menyampaikan keluhan atau kebutuhan mereka.

"Bapak, ibu, serta anak-anak, jika ada keperluan, aspirasi mohon disampaikan kepada saya, kepada kami semua yang hadir. Agar bisa kami penuhi selagi itu bisa kami bantu dan kami kerjakan, baik makanan, obat-obatan atau bantuan lainnya,"

Perkataan itu disampaikannya Jumat lalu, 27 Februari 2026, seperti dilaporkan Antara. Di lokasi yang sama, tercatat ada 229 pengungsi dari 64 kepala keluarga. Mereka umumnya berasal dari wilayah sekitar, termasuk kawasan Kodam III.

Menurut sejumlah saksi, wali kota tidak datang sendirian. Ia membawa serta jajaran SKPD, camat, lurah, hingga perangkat RT/RW setempat. Mereka membawa paket bantuan yang langsung diserahkan, terutama kepada kelompok yang paling rentan: ibu hamil, balita, dan para lansia.

Di sisi lain, Munafri juga memberikan instruksi tegas kepada dinas-dinas terkait. Ia meminta Dinas Kesehatan menjaga layanan pengobatan tetap optimal. Sementara itu, Damkarmat dan PDAM mendapat tugas khusus untuk memastikan pasokan air bersih tidak putus di tengah kondisi darurat ini.

Lalu bagaimana dengan logistik dan tempat tinggal sementara? Itu jadi tanggung jawab Dinas Sosial dan BPBD. Mereka diminta menjamin kecukupan tenda darurat dan tempat tidur yang layak di semua titik pengungsian. Munafri menekankan, solidaritas dan kepedulian antar sesama adalah kunci utama dalam situasi seperti ini.

“Jadi tolong kita perhatikan siapa pun yang ada di dalam pengungsian sementara ini,” pinta Munafri dalam arahannya.

"Saya berharap diperhatikan apa yang menjadi kebutuhan, khususnya kepada ibu-ibu hamil, lansia, anak-anak, dan bayi. Ini saya berharap untuk benar-benar diberikan perhatian,"

Pesan itu ia sampaikan tidak hanya untuk aparat, tapi juga untuk relawan dan ketua RT/RW. Intinya sederhana: fokus pada pemenuhan kebutuhan harian. Tujuannya agar tidak ada seorang pun, terutama dari kelompok rentan, yang merasa terabaikan di tempat pengungsian mereka.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar