Video itu sempat memenuhi linimasa. Beberapa pemuda terlihat melemparkan petasan ke arah angkot B 02 yang sedang melaju. Aksi berbahaya itu terjadi di Tangerang, Selasa dini hari pukul dua, dan langsung menyulut kemarahan netizen setelah diunggah akun @infocipondoh.id.
Untungnya, ceritanya tidak berakhir di pengadilan. Polres Metro Tangerang Kota memilih jalan lain. Mereka mempertemukan korban dan pelaku untuk duduk bersama.
Kasat Reskrim, AKBP Parikhesit, menjelaskan prosesnya. "Setelah klarifikasi, kami fasilitasi pertemuan untuk penyelesaian kekeluargaan," katanya Jumat lalu. Prinsip hukum dan keadilan, menurutnya, tetap jadi pegangan utama.
Dua pengemudi angkot yang jadi korban adalah Muhamad Gazali dan Marjono, keduanya berusia 51 tahun. Sementara tiga remaja yang terlibat berinisial D.A. (20), R.D.S. (16), dan U.P.Y. (21). Mereka semua hadir dalam pertemuan di Mapolres, didampingi orang tua dan aparat.
Suasana ruang mediasi itu pasti tegang. Namun, ketiga remaja itu akhirnya menyadari kesalahan mereka. Di hadapan korban dan keluarga, mereka menyampaikan permintaan maaf yang tulus. Janji untuk tidak mengulangi perbuatan bodoh itu pun diucapkan.
Artikel Terkait
KPK Tetapkan Kepala Seksi Intelijen Cukai sebagai Tersangka Ketujuh dalam Kasus Suap Bea Cukai
Warga AS Jadi Korban Pengeroyokan Sopir Taksi Online di Batam
Menteri Kominfo Ingatkan Masyarakat Waspada Lonjakan Penipuan Digital Jelang Lebaran
Prabowo dan Trump Sepakati Perjanjian Dagang, Tarif Impor AS ke Indonesia Turun Signifikan