Media sosial memang punya kecenderungan untuk membesar-besarkan suatu peristiwa. Saya sendiri, yang lagi santai di rumah, tiba-tiba melihat video dari sebuah portal berita itu tersebar ke mana-mana. Viral banget.
Padahal, kalau kita lihat, ini kan cuma soal mobil MBG yang masuk ke area sekolah. Memang ada yang lecet-lecet, tapi ya itu hal biasa dalam kecelakaan. Sama seperti kasus keracunan MBG yang heboh beberapa waktu lalu itu juga dibikin berlebihan. Pada kenyataannya, cuma sakit perut biasa, mungkin karena anak-anak belum terbiasa makan dengan menu yang berbeda.
Menurut saya, sepertinya masih banyak yang belum move on dari hasil pilpres. Dikit-dikit salahin MBG. Dikit-dikit benci sama pemerintah. Semuanya serba salah. Seolah-olah ada upaya sistematis untuk menjatuhkan citra Prabowo.
Di sisi lain, kita juga perlu melihat bahwa program MBG ini sebenarnya sudah memberikan manfaat, terutama bagi kalangan tertentu. Program ini sukses menggerakkan ekonomi di level tertentu.
Daripada terus-terusan nyinyir, mending kita kerja. Apa pun itu. Berkontribusi saja. Pemerintah juga sudah berusaha dengan bansos 900 ribu itu. Harusnya kita bisa lebih bersyukur.
(By Tere Liye)
[VIDEO]
Dalam sebuah cuitan, media kumparan melaporkan kejadian di SDN 1 Kalibaru pada Kamis pagi. Mobil pengangkut makan bergizi gratis (MBG) menabrak siswa yang sedang berkumpul di lapangan.
Kapolres Jakarta Utara, Kombes Erick Frendriz, menjelaskan rekaman CCTV menunjukkan mobil boks itu melaju cepat sebelum akhirnya menabrak pagar dan mengenai para siswa.
Artikel Terkait
Kajati Sulsel Setujui Penghentian Penuntutan Anggota Polri Terduga Pelaku KDRT Lewat Keadilan Restoratif
Pistons Kalahkan Cavaliers 111-101 di Game 1 Semifinal Wilayah Timur, Cunningham Cetak 32 Poin
Kisah Ibu di Bone yang Tak Pernah Lelah Berdoa, Kini Anaknya Jadi Menteri Sukseskan Swasembada Beras
Polisi Bekuk Komplotan Pembobol Rumah Lintas Provinsi, Incar Rumah Kosong dengan Ciri Lampu Teras Menyala