Kinerja Bisnis Emas BSI Tumbuh 72,82%, Kelolaan Capai 19 Ton
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mencatatkan kinerja bisnis emas yang sangat kuat hingga kuartal III 2025. Total emas yang berhasil dikelola BSI mencapai 19 ton per September 2025, dengan proyeksi pertumbuhan yang signifikan menuju 53 ton pada tahun 2030.
Proyeksi Masa Depan dan Strategi Pengelolaan Emas BSI
Wakil Direktur Utama BSI, Bob Tyasika Ananta, mengungkapkan optimisme terhadap pertumbuhan bisnis emas bank. "Kami perkirakan di 2030 diproyeksikan kelolaan emas BSI ini akan terus bertambah hingga 53 ton dan mungkin itu akan terus bertambah," ujarnya dalam konferensi pers.
BSI menerapkan sistem smart vaulting yang komprehensif untuk menjamin keamanan penyimpanan emas. Sistem ini mencakup central vaulting, manage service, dan vaulting di masing-masing cabang, menunjukkan komitmen bank dalam pengelolaan logam mulia yang aman dan terpercaya.
Pertumbuhan Signifikan Bisnis Emas BSI
Sejak peluncuran layanan bullion oleh pemerintah pada Februari 2025, bisnis emas BSI mengalami pertumbuhan luar biasa sebesar 72,82% year-on-year (yoy), dengan nilai mencapai Rp 18,76 triliun. Pertumbuhan ini didorong oleh:
- Pembiayaan Cicil Emas: Rp 10,32 triliun (tumbuh 106,36% yoy)
- Gadai Emas: Rp 8,44 triliun (meningkat 44,19% yoy)
Tabungan Emas dan Dampak pada Pembiayaan Konsumer
Layanan Tabungan Emas BSI juga menunjukkan performa positif dengan saldo kelolaan 1,15 ton, penjualan 1,69 ton, dan jumlah rekening emas mencapai 200 ribu CIF. Pertumbuhan bisnis emas ini turut mendongkrak pembiayaan konsumer BSI yang naik 15,02% menjadi Rp 167,62 triliun.
BSI: Satu-satunya Bank dengan Izin Layanan Bank Emas
BSI mengukuhkan posisinya sebagai satu-satunya bank yang mendapatkan izin layanan bank emas. Pembelian emas di BSI pada kuartal II 2025 melonjak 441% secara yoy, menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap emas batangan.
Wisnu Sunandar, SVP Corporate Secretary & Communication BSI, menegaskan potensi besar bisnis bullion bank. "Emas mendukung daya tahan moneter dan fiskal sebuah negara, sekaligus wealth protector untuk masyarakat," ujarnya.
Dengan kinerja yang solid dan prospek pertumbuhan yang menjanjikan, BSI terus memperkuat posisinya sebagai pemain utama dalam industri logam mulia dan perbankan syariah di Indonesia.
Artikel Terkait
Pemerintah Siapkan Perluasan B50, Produsen Filter Lokal Luncurkan Produk Khusus Atasi Tantangan Teknis Biodiesel
Wall Street Mendekati Rekor Tertinggi, Optimisme AI Redam Kekhawatiran Konflik Iran
BSI Maslahat dan MyFundAction Jalin Kerja Sama Optimalkan Distribusi Dana ZIS Berpotensi Rp300 Triliun per Tahun
Laporan Keuangan Gabungan Seluruh BUMN di Bawah Danantara Baru Rampung Akhir Kuartal III 2026