Israel Kembali Targetkan Komandan Baru Hamas di Gaza, Gantikan Petinggi yang Tewas Sebelumnya

- Rabu, 27 Mei 2026 | 02:10 WIB
Israel Kembali Targetkan Komandan Baru Hamas di Gaza, Gantikan Petinggi yang Tewas Sebelumnya

Militer Israel mengklaim telah menargetkan komandan baru sayap bersenjata Hamas dalam sebuah serangan di Gaza pada Selasa (26/5/2026), hanya beberapa hari setelah pendahulunya tewas dalam operasi serupa. Serangan ini menjadi babak terbaru dalam kampanye penargetan berantai terhadap pimpinan kelompok militan Palestina tersebut.

Dalam pernyataan bersama, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Katz mengonfirmasi bahwa serangan itu menyasar Mohammed Odeh, yang baru diangkat sebagai kepala Brigade Ezzedine Al-Qassam. Odeh disebut sebagai salah satu arsitek utama serangan 7 Oktober 2023 yang memicu perang berkepanjangan di Jalur Gaza.

"Di bawah arahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Katz, IDF baru saja melakukan serangan di Gaza yang menargetkan Mohammed Odeh komandan baru sayap militer organisasi teroris Hamas," demikian bunyi pernyataan resmi yang dikutip oleh kantor berita AFP pada Rabu (27/5/2026).

Odeh menggantikan Ezzedine Al-Haddad, yang tewas dalam serangan Israel di Gaza pada awal Mei lalu. Sebelum menjabat sebagai komandan, Odeh diketahui pernah menjabat sebagai kepala intelijen Hamas selama peristiwa 7 Oktober. Netanyahu dan Katz menambahkan bahwa Odeh bertanggung jawab langsung atas pembunuhan, penculikan, dan pelukaan terhadap sejumlah warga sipil Israel serta personel militer.

Sementara itu, badan pertahanan sipil Gaza yang berada di bawah kendali Hamas melaporkan bahwa seorang perempuan tewas dalam serangan udara Israel di lingkungan Rimal, kawasan barat Kota Gaza. Belum ada konfirmasi lebih lanjut mengenai nasib Odeh pascaserangan tersebut.

Sejak serangan lintas batas yang dilancarkan Hamas pada 7 Oktober 2023, Israel telah berulang kali menyatakan komitmennya untuk memburu dan melenyapkan para dalang di balik serangan itu. Berdasarkan data resmi Israel yang dihimpun AFP, serangan Hamas saat itu menewaskan sedikitnya 1.221 orang.

Sebagai respons, militer Israel melancarkan operasi besar-besaran di Gaza yang, menurut kementerian kesehatan setempat, telah menewaskan sedikitnya 72.803 orang. Angka tersebut, meskipun dikeluarkan oleh otoritas yang berada di bawah Hamas, dianggap dapat diandalkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Dalam perang yang telah berlangsung lebih dari setahun ini, Israel mengklaim telah menewaskan sejumlah tokoh penting Hamas. Di antaranya adalah mantan kepala politik kelompok itu, Ismail Haniyeh, serta Yahya Sinwar yang secara luas dianggap sebagai otak utama serangan 7 Oktober. Mohammed Deif, komandan lama sayap bersenjata Hamas yang juga disebut sebagai arsitek serangan, turut tewas dalam periode yang sama.

Operasi penargetan Israel tidak terbatas di Gaza. Militer Israel juga melancarkan serangan terhadap agen Hamas di Lebanon dan menargetkan komandan senior Hizbullah, kelompok yang didukung Iran dan bersekutu dengan Hamas. Salah satu tokoh paling penting yang tewas dalam operasi tersebut adalah mantan pemimpin Hizbullah, Hassan Nasrallah.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Tags