Jakarta - Di tengah dinamika global yang serba tak pasti, muncul komunitas-komunitas hobi dengan disiplin tinggi. Menurut anggota DPR Bambang Soesatyo atau yang akrab disapa Bamsoet, kelompok-kelompok seperti itu punya potensi jadi kekuatan sosial baru. Ia mencontohkan komunitas Jeep PERIKHSA 4x4, yang kehadirannya disebutnya bagian dari upaya membangun nasionalisme. Apalagi di tengah tantangan sosial yang makin kompleks sekarang ini.
Bamsoet menyampaikan hal itu usai melepas Riding Komunitas Jeep 4x4 di Parle Senayan, Jakarta, Minggu (19/4). Menurutnya, nasionalisme di era modern tak melulu soal hal-hal formal kenegaraan. Praktik keseharian dalam komunitas hobi pun bisa jadi wadah.
"Nasionalisme di era modern tidak lagi hanya dimaknai dalam konteks formal kenegaraan, tetapi juga melalui praktik keseharian, termasuk dalam komunitas hobi," ujar Bamsoet dalam keterangan tertulisnya.
Ia menjelaskan, Komunitas Jeep PERIKHSA 4x4 menjadi contoh bagaimana nilai bela negara bisa ditanamkan lewat aktivitas yang digemari, seperti off road. Kegiatan itu menguji ketahanan, kerja sama tim, dan kemampuan mengambil keputusan di medan sulit.
Nilai-nilai itu, lanjutnya, selaras banget dengan konsep bela negara yang menekankan kesiapsiagaan warga. Aktivitas off road memang menuntut fisik yang kuat, kepemimpinan, dan kerja tim yang solid. Kemampuan bertindak dalam kondisi darurat di lapangan pun terasah.
Di sisi lain, Bamsoet yang juga Ketua Dewan Pembina komunitas tersebut menyinggung soal data bencana. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat Indonesia mengalami lebih dari 3.000 kejadian bencana sepanjang 2025. Didominasi banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem.
Nah, dalam banyak kasus, kendala utama justru ada di akses menuju wilayah terdampak. Distribusi bantuan seringkali terhambat.
"Di sinilah komunitas kendaraan 4x4 memiliki keunggulan mobilitas yang tidak dimiliki kendaraan biasa," kata Ketua DPR RI ke-20 itu.
Ia menambahkan, berbagai komunitas off road di Indonesia sudah kerap terlibat dalam evakuasi dan distribusi logistik di wilayah terpencil. Fakta ini menunjukkan bahwa komunitas hobi bisa bertransformasi jadi infrastruktur sosial non formal yang cukup efektif.
Menurut Bamsoet, Indonesia sedang menghadapi tantangan ketahanan nasional yang makin multidimensi. Ancaman siber, gelombang disinformasi, hingga potensi konflik sosial berbasis identitas adalah beberapa di antaranya.
Model ketahanan yang cuma mengandalkan negara semata dinilai sudah tak memadai. Diperlukan keterlibatan masyarakat sipil yang terorganisir dan punya kapasitas nyata di lapangan. Komunitas seperti PERIKHSA 4x4, dengan kombinasi disiplin, jaringan, dan mobilitas tinggi, punya peluang besar untuk jadi bagian dari solusi.
"Spirit brotherhood yang terbangun dalam komunitas otomotif dan olahraga menembak merupakan modal sosial yang sangat kuat dalam menjaga persatuan bangsa," tegas Ketua Umum PERIKHSA ini.
Ia menegaskan, anggota PERIKHSA adalah warga negara terlatih yang harus siap berada di garda terdepan bersama masyarakat lainnya. Baik dalam menghadapi ancaman dari dalam maupun luar negeri.
Acara pelepasan riding itu sendiri dihadiri sejumlah tokoh. Di antaranya Ketua Dewan Penasehat PERIKHSA 4x4 Komjen Pol (Purn) Nanan Soekarna, Presiden PERIKHSA 4x4 Malik Bawazier, serta para anggota komunitas lainnya.
(anl/ega)
Artikel Terkait
Gedung Putih Pastikan Wapres AS Pimpin Delegasi ke Pakistan untuk Bicara dengan Iran
Trump Unggah Gambar AI Dirinya Serupa Yesus, Kian Panaskan Ketegangan dengan Vatikan
Mentan Klaim Stok Beras 4,9 Juta Ton Siap Hadapi El Nino 2026
Pemerintah Targetkan Hentikan Impor Solar Mulai 1 Juli 2026