Jakarta – Bagi Persija Jakarta, pertandingan nanti malam di Jakarta International Stadium bukan sekadar laga tunda. Ini soal menjaga nyala asa. Menjamu Dewa United pada Minggu malam, 15 Maret 2026, target Macan Kemayoran cuma satu: tiga poin penuh. Kemenangan adalah harga mati jika mereka masih ingin berburu gelar juara BRI Liga 1 musim ini.
Posisi mereka di klasemen memang genting. Tertahan di peringkat ketiga dengan 51 poin, Persija masih membayangi Borneo FC (53 poin) dan sang pemuncak, Persib Bandung, yang sudah mengumpulkan 57 poin. Namun begitu, ada peluang terselip. Di waktu yang hampir bersamaan, Borneo dan Persib justru akan saling sikut. Hasil pertandingan di JIS nanti, dipastikan akan mengacak-acak papan atas.
Sayangnya, jalan menuju kemenangan tak akan mulus. Persija sedang dilanda krisis pemain yang cukup serius. Beberapa pilar andalan dipastikan absen. Alaaeddine Ajaraie dan Mauro Zijlstra, misalnya, masih terkapar menjalani pemulihan cedera.
Tak cuma itu, lini belakang juga pincang. Paulo Ricardo dan Allano Lima tak bisa turun. Lima, khususnya, harus menepi karena akumulasi kartu kuning.
Kondisi ini jelas memaksa pelatih untuk berimprovisasi. Rotasi besar-besaran hampir tak terelakkan demi meredam perlawanan Dewa United. Di sisi lain, situasi ini justru jadi ujian nyata bagi kedalaman skuad. Pemain-pemain lokal mendapat kesempatan emas untuk membuktikan diri, langsung di depan mata pendukung setia.
Artikel Terkait
Polisi Gunung Putri Bantu Warga Buka Pintu Mobil yang Terkunci Otomatis
Jusuf Kalla dan Guru Besar Bahas Ancaman Defisit Anggaran Daerah
Paus Leo XIV Serukan Penghentian Kekerasan dan Kembali ke Dialog di Timur Tengah
NTT Data Luncurkan Pabrik AI Berbasis NVIDIA untuk Percepat Adopsi Perusahaan