PENIPUAN BERKEDOK SPRITUAL
Oleh: Ustadz Ahmad Syahrin Thoriq
Ada satu fenomena yang bikin geleng-geleng. Ketika seorang ustadz atau ulama yang jelas ilmunya memberikan tuntunan berdasarkan dalil, banyak orang justru susah sekali untuk nurut. Alasan dan ngeyelnya seabrek.
Namun begitu, coba lihat saat ada dukun yang pake jubah ustadz, atau tukang sihir yang nyamar jadi kiyai. Bahkan yang cuma modal trik sulap lalu ngaku-ngaku tabib sakti. Mereka malah dipuja-puja. Apa yang disuruh, diikuti dengan patuh luar biasa.
Ini zaman sekarang lho. Segala macam trik sulap bisa dengan gampang dipelajari lewat youtube. Tapi nyatanya, masih saja ada yang percaya buta. Bahkan dengan gigihnya membela sang dukun abal-abal itu.
Menurut sejumlah saksi dan pengamatan, yang seharusnya berperan membongkar praktik perdukunan berbalut agama ini adalah para kiyai, ustadz, atau minimal kalangan santri. Mereka kan mestinya paham betul bedanya karamah yang nyata dengan sihir yang penuh tipu daya.
Di sisi lain, ada kewajiban moral juga buat kaum alim dan santri untuk menjaga kemurnian ajaran. Jangan sampai keimanan kita pada hal ghaib malah dikotori atau lebih parah, disamakan dengan ritual klenik yang menyesatkan.
Tapi realitanya? Entah karena sungkan, atau mungkin memang tidak paham, banyak dari elit agama ini justru memilih diam. Bahkan nggak jarang, ada yang wataknya pekok dan malah ikut-ikutan membela.
Kalau dipikir-pikir, ngeri juga membayangkan nanti ketika Dajjal benar-benar muncul. Kemampuannya bukan tipu-tipu sulap lagi, tapi kesaktian yang sungguhan. Bisa dibayangkan berapa banyak manusia yang akan tersesat dan ikut begitu saja.
Pada akhirnya, kita harus jujur mengakui. Orang seperti pesulap merah itu justru kerap tampil lebih peduli. Mereka paham, berani, dan punya nyali untuk membongkar praktik perdukunan berkedok spiritual yang subur menjamur di negeri ini.
(")
Artikel Terkait
Polda Kalbar Musnahkan 12 Kilogram Sabu Hasil Pengungkapan Jaringan Narkoba
Mahfud MD Apresiasi Prabowo Undang Tokoh Kritis untuk Jembatani Kesenjangan Informasi
PBNU Tetapkan Jadwal Munas, Konbes, dan Muktamar ke-35 pada 2026
Rem Blong Truk Pasir Picu Tabrakan Beruntun di Exit Tol Cilegon Timur