Dari sisi peritel, ada tekanan tersendiri. Auliyarrrohman Nuril Afwan dari AEON Indonesia menekankan betapa krusialnya konsistensi kualitas dan kesiapan produksi.
Sementara Mety Sumiati dari Lotte Mart Indonesia punya pandangan lain. Baginya, pemahaman menyeluruh terhadap standar ritel adalah kunci agar kemitraan bisa langgeng.
Pengalaman langsung datang dari Jonathan Pranadjaja, founder GNB Drinks. Ia berbagi cerita tentang perjalanan bisnisnya hingga bisa menembus pasar yang lebih luas. Kisahnya memberi warna dan inspirasi tersendiri bagi peserta lain.
Aspek keuangan juga tak luput dari perhatian. Dalam Financial Level-Up Masterclass, Rahmi Utami dari Politeknik Tempo dan Novi Andrianto dari Tokio Marine Life mengajak peserta mengelola arus kas dan memahami risiko usaha.
“Banyak UMKM belum menyadari bahwa risiko seperti pemilik usaha sakit, produksi terhenti, atau gangguan operasional dapat berdampak besar,” ujar Novi.
Ia menambahkan, “Melalui sesi ini, kami ingin membantu UMKM memahami risiko tersebut dan menyiapkan langkah-langkah sederhana agar usaha tetap berjalan dan lebih tangguh.”
Menjelang sesi kurasi, suasana jadi lebih intens. Dosen Politeknik Tempo, Rosdiana dan Ayoedia Gita Citrayomie, bersama mahasiswa, mendampingi para peserta mempersiapkan presentasi dan produk mereka. Semuanya dimatangkan sebelum diuji langsung oleh para buyer ritel.
Sesi kurasi itu sendiri menjadi penentu. Inilah momen kebenaran dimana produk UMKM dinilai kelayakannya. Bukan sekadar formalitas, tapi langkah nyata menuju rak ritel.
Harapannya jelas. Program seperti UMKM Level-Up ini bisa terus mendorong usaha kecil Indonesia agar tak hanya bertahan, tapi benar-benar bersaing. Kolaborasi semacam ini, jika dijaga, bisa menjadi motor penggerak ekonomi yang inklusif dan tentu saja, berkelanjutan.
Artikel Terkait
Antam Luncurkan Emas Imlek Shio Kuda 2026, Terbatas dan Penuh Filosofi
Telkom Pacu Valuasi, Lepas 30% Saham InfraNexia untuk Cari Singtel Baru
Telkom Gelar Operasi Besar, 60 Anak Perusahaan Bakal Dirombak
Misterius, Djoni Kembali Beraksi: Kuasai 5,09% Saham Multi Garam Utama