Archi Indonesia Pasang Anggaran Rp168 Miliar untuk Gali Potensi Emas Toka Tindung

- Selasa, 13 Januari 2026 | 09:30 WIB
Archi Indonesia Pasang Anggaran Rp168 Miliar untuk Gali Potensi Emas Toka Tindung

PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) baru saja mengumumkan anggaran eksplorasinya untuk tahun 2025. Angkanya cukup besar: sekitar 10 juta dolar AS, atau jika dikonversi, kira-kira mencapai Rp168 miliar. Kurs yang dipakai untuk hitungan ini adalah Rp16.800 per dolar.

Informasi ini mereka sampaikan ke Bursa Efek Indonesia, Selasa lalu. Fokusnya adalah mengembangkan Tambang Emas Toka Tindung, yang sepenuhnya dimiliki ARCI. Lokasi tambangnya sendiri berada di wilayah Sulawesi Utara, kurang lebih 35 kilometer arah timur laut dari Manado.

Kepemilikan atas situs tambang itu dijalankan melalui dua perusahaan anak, yaitu PT Meares Soputan Mining (MSM) dan PT Tambang Tondano Nusajaya (TTN). Jadi, operasi di lapangan nanti akan ditangani oleh kedua entitas tersebut.

Luas konsesi Toka Tindung terbilang cukup luas, mencapai 39.817 hektare. Arealnya membentang di dua wilayah administrasi, Kabupaten Minahasa Utara dan Kota Bitung. Semua ini diikat dalam dua Kontrak Karya yang masa berlakunya masih panjang, hingga tahun 2041.

Namun begitu, masa depan operasi tambang ini sebenarnya bisa lebih panjang lagi. Sesuai dengan perubahan aturan pertambangan terbaru, MSM dan TTN punya hak untuk memperpanjang kontrak dua kali. Perpanjangannya akan berbentuk IUPK, masing-masing bisa sampai 10 tahun.

Lalu, kemana saja dana senilai Rp168 miliar itu akan dialirkan? Rencananya, kegiatan sepanjang 2025 akan difokuskan pada pengeboran eksplorasi dan upaya meningkatkan sumber daya. Targetnya ada di dua area: Koridor Timur dan Koridor Barat.

Jika dirinci, rencana pengeborannya cukup intens. Sepanjang tahun depan, perusahaan menargetkan 397 titik bor dengan total kedalaman yang fantastis: 85.893 meter. Pekerjaan ini akan dibagi per kuartal.


Halaman:

Komentar