PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) baru saja mengumumkan anggaran eksplorasinya untuk tahun 2025. Angkanya cukup besar: sekitar 10 juta dolar AS, atau jika dikonversi, kira-kira mencapai Rp168 miliar. Kurs yang dipakai untuk hitungan ini adalah Rp16.800 per dolar.
Informasi ini mereka sampaikan ke Bursa Efek Indonesia, Selasa lalu. Fokusnya adalah mengembangkan Tambang Emas Toka Tindung, yang sepenuhnya dimiliki ARCI. Lokasi tambangnya sendiri berada di wilayah Sulawesi Utara, kurang lebih 35 kilometer arah timur laut dari Manado.
Kepemilikan atas situs tambang itu dijalankan melalui dua perusahaan anak, yaitu PT Meares Soputan Mining (MSM) dan PT Tambang Tondano Nusajaya (TTN). Jadi, operasi di lapangan nanti akan ditangani oleh kedua entitas tersebut.
Luas konsesi Toka Tindung terbilang cukup luas, mencapai 39.817 hektare. Arealnya membentang di dua wilayah administrasi, Kabupaten Minahasa Utara dan Kota Bitung. Semua ini diikat dalam dua Kontrak Karya yang masa berlakunya masih panjang, hingga tahun 2041.
Namun begitu, masa depan operasi tambang ini sebenarnya bisa lebih panjang lagi. Sesuai dengan perubahan aturan pertambangan terbaru, MSM dan TTN punya hak untuk memperpanjang kontrak dua kali. Perpanjangannya akan berbentuk IUPK, masing-masing bisa sampai 10 tahun.
Lalu, kemana saja dana senilai Rp168 miliar itu akan dialirkan? Rencananya, kegiatan sepanjang 2025 akan difokuskan pada pengeboran eksplorasi dan upaya meningkatkan sumber daya. Targetnya ada di dua area: Koridor Timur dan Koridor Barat.
Jika dirinci, rencana pengeborannya cukup intens. Sepanjang tahun depan, perusahaan menargetkan 397 titik bor dengan total kedalaman yang fantastis: 85.893 meter. Pekerjaan ini akan dibagi per kuartal.
Di kuartal pertama, targetnya 84 titik dengan kedalaman 19.833 meter. Kuartal kedua lebih padat lagi, 106 titik dan 20.742 meter. Aktivitas memuncak di kuartal ketiga dengan 107 titik (22.599 meter), sebelum sedikit melandai di kuartal terakhir menjadi 100 titik bor dengan kedalaman 22.719 meter.
Untuk mengeksekusi semua rencana itu, ARCI akan memakai dua metode pengeboran: Diamond Drilling (DD) dan Reverse Circulation (RC). Pekerjaan fisiknya sendiri dipercayakan kepada kontraktor, PT Maxidrill Indonesia.
Nah, yang menarik tentu hasilnya. Dari kegiatan eksplorasi sepanjang tahun 2025 nanti, perusahaan memperkirakan akan ada beberapa penemuan signifikan. Beberapa interval cadangan yang diharapkan menunjukkan kadar emas yang menggiurkan.
Misalnya, pada kedalaman antara 218 hingga 229 meter, ditemukan interval 11 meter dengan kadar 13,66 gram per ton. Ada lagi yang lebih dalam, di kisaran 232 meter, dengan kadar sangat tinggi 26,57 gram per ton meski intervalnya lebih pendek, 5,4 meter.
Beberapa lapisan lain juga menunjukkan prospek bagus. Seperti interval 37,8 meter di kedalaman 178 meter dengan kadar 7,2 gram per ton, atau interval 19 meter di kedalaman 174 meter dengan kadar 9,15 gram per ton.
Semua temuan ini, tentu saja, masih berupa perkiraan berdasarkan rencana dan data yang ada. Tapi setidaknya, gambaran ini memberi sinyal bahwa ARCI serius menggarap potensi Toka Tindung. Dana triliunan rupiah itu adalah taruhannya.
Artikel Terkait
Pemerintah Tegaskan Sistem Tol Tanpa Palang Masih Tahap Uji Fungsi Dasar
Pabrik Baru PT Mulia Boga Raya (KEJU) Ditargetkan Beroperasi Juli 2026
Laba Bersih DADA Melonjak Tiga Kali Lipat Meski Arus Kas Operasi Negatif
WMUU Bakal Rights Issue Rp600 Miliar, Harga Penawaran Lebih Tinggi dari Pasar