Di kuartal pertama, targetnya 84 titik dengan kedalaman 19.833 meter. Kuartal kedua lebih padat lagi, 106 titik dan 20.742 meter. Aktivitas memuncak di kuartal ketiga dengan 107 titik (22.599 meter), sebelum sedikit melandai di kuartal terakhir menjadi 100 titik bor dengan kedalaman 22.719 meter.
Untuk mengeksekusi semua rencana itu, ARCI akan memakai dua metode pengeboran: Diamond Drilling (DD) dan Reverse Circulation (RC). Pekerjaan fisiknya sendiri dipercayakan kepada kontraktor, PT Maxidrill Indonesia.
Nah, yang menarik tentu hasilnya. Dari kegiatan eksplorasi sepanjang tahun 2025 nanti, perusahaan memperkirakan akan ada beberapa penemuan signifikan. Beberapa interval cadangan yang diharapkan menunjukkan kadar emas yang menggiurkan.
Misalnya, pada kedalaman antara 218 hingga 229 meter, ditemukan interval 11 meter dengan kadar 13,66 gram per ton. Ada lagi yang lebih dalam, di kisaran 232 meter, dengan kadar sangat tinggi 26,57 gram per ton meski intervalnya lebih pendek, 5,4 meter.
Beberapa lapisan lain juga menunjukkan prospek bagus. Seperti interval 37,8 meter di kedalaman 178 meter dengan kadar 7,2 gram per ton, atau interval 19 meter di kedalaman 174 meter dengan kadar 9,15 gram per ton.
Semua temuan ini, tentu saja, masih berupa perkiraan berdasarkan rencana dan data yang ada. Tapi setidaknya, gambaran ini memberi sinyal bahwa ARCI serius menggarap potensi Toka Tindung. Dana triliunan rupiah itu adalah taruhannya.
Artikel Terkait
Telkom Pacu Valuasi, Lepas 30% Saham InfraNexia untuk Cari Singtel Baru
Telkom Gelar Operasi Besar, 60 Anak Perusahaan Bakal Dirombak
Misterius, Djoni Kembali Beraksi: Kuasai 5,09% Saham Multi Garam Utama
53 UMKM Jakarta Barat Bersiap Serbu Ritel Modern Lewat Program Level-Up