Menanggapi hal ini, Peter Cardillo, Kepala Ekonom Pasar di Spartan Capital Securities New York, punya pandangan.
"Berita bahwa Powell sedang diselidiki pada dasarnya sudah diisyaratkan oleh Trump. Jadi saya rasa pasar sudah menerimanya dengan tenang, setidaknya untuk saat ini," ujarnya.
Selain itu, menurut Cardillo, perhatian investor sekarang teralihkan ke musim laporan pendapatan perusahaan untuk kuartal IV-2025. Mereka juga sedang menanti-nanti rilis data inflasi AS (Indeks Harga Konsumen) hari Selasa ini. Data itu akan sangat krusial untuk memperkirakan langkah The Fed selanjutnya terkait suku bunga.
Berdasarkan data LSEG, pasar saat ini memprediksi masih akan ada setidaknya dua kali lagi pemotongan suku bunga sebesar seperempat poin sebelum tahun 2026 berakhir.
Di sisi lain, aktivitas perdagangan terlihat cukup ramai. Volume perdagangan di bursa AS mencapai 17.29 miliar saham. Angka ini sedikit lebih tinggi dari rata-rata 20 hari perdagangan sebelumnya yang sebesar 16.40 miliar saham. Pasar tampaknya masih bergerak dinamis, menyerap berbagai berita yang ada.
Artikel Terkait
Laba Bersih Astra 2025 Turun Tipis 3%, Jasa Keuangan Jadi Penyelamat
Program Pondasi Perbaiki Ratusan Rumah Warga di Kalimantan Tengah
Laba Bersih ITMG Anjlok 49% di Tengah Pelemahan Harga Batu Bara
Harga Emas Antam Stagnan di Rp 3,085 Juta per Gram Awal Maret