Wall Street kembali berpesta. Dua indeks utama AS, S&P 500 dan Dow Jones, sukses mencetak rekor penutupan tertinggi baru pada perdagangan Senin kemarin. Ini jadi catatan sejarah lagi untuk pasar modal negeri Paman Sam.
Secara rinci, Dow Jones melonjak 86.13 poin (0.17%) ke level 49,590.20. S&P 500 menguat 10.99 poin (0.16%) menjadi 6,977.27. Sementara Nasdaq Composite juga ikut naik, bertambah 62.56 poin atau 0.26% ke posisi 23,733.90. Kenaikan itu didorong kuat oleh saham-saham teknologi dan, yang menarik, oleh raksasa ritel Walmart.
Nah, saham Walmart sendiri naik cukup signifikan, sekitar 3%. Kenaikan ini memberikan dorongan besar bagi S&P 500 dan Nasdaq, apalagi sejak perusahaan itu pindah pencatatan sahamnya ke bursa tersebut bulan lalu. Sektor barang konsumsi pokok jadi yang terdepan dengan kenaikan 1.4%, diikuti sektor teknologi yang juga menunjukkan performa solid.
Padahal, awal sesi sempat ada sentimen negatif. Pasar digoyang berita soal investigasi kriminal Departemen Kehakiman AS terhadap Ketua Federal Reserve, Jerome Powell. Isunya berkisar pada komentarnya ke Kongres tentang proyek renovasi gedung. Hal ini langsung memicu kekhawatiran akan independensi bank sentral.
Powell sendiri menanggapi. Dia menyebut langkah investigasi itu cuma dalih belaka untuk mendapatkan pengaruh lebih besar atas suku bunga. Perlu diingat, suku bunga telah ditekan keras oleh Presiden Donald Trump untuk dipangkas sejak ia menjabat awal 2025.
Artikel Terkait
Gen Z dan Harapan Baru di Balik Lumpur Tambak Udang
Trump Guncang Independensi The Fed, Dolar AS Tergelincir
Sri Mulyani Masuk Dewan Direksi Gates Foundation, Perkuat Strategi Filantropi Global
IHSG Bangkit 0,42%, Sektor Industri Pimpin Pemulihan