Hasilnya? Cukup menggembirakan. Hingga penutupan kuartal IV-2025, tercatat 1.659 lubang bor berhasil diselesaikan. Kalau diukur, total kedalamannya mencapai 53.749 meter. Pengeboran infill semacam ini punya tujuan krusial, yaitu mendongkrak klasifikasi sumber daya nikel. Dari yang semula masuk kategori 'tereka', diharapkan bisa naik kelas menjadi 'tertunjuk' bahkan 'terukur'.
Selain bor-boran, SCM juga tak kalah sibuk. Mereka telah menyelesaikan survei GPR sepanjang 173,2 kilometer di area PB. Belum lagi pemetaan geologi dan pengambilan sampel yang menjangkau area seluas 613 hektare. Lumayan luas.
Ke depan, kegiatan ini masih akan berlanjut. Perusahaan berencana mengoperasikan 37 unit rig bor untuk melanjutkan program diamond drilling. Fokusnya dua hal. Pertama, tentu untuk resource infill guna meningkatkan kategori sumber daya yang ada. Kedua, sekaligus melakukan eksplorasi lanjutan. Tujuannya jelas: memburu potensi sumber daya baru yang masih terpendam di perut bumi Konawe.
Artikel Terkait
Avia Avian Bidik Kepemilikan Lebih Besar di Dextone Lemindo
Lippo Karawaci Siapkan Rp250 Miliar untuk Buyback Saham
Mirae Asset Transformasi Bisnis, Fokus Perkuat Wealth Management
Rupiah Melemah ke Rp17.127, Tekanan dari Ketegangan AS-Iran dan Sikap Hati-hati Pelaku Usaha