Anggaran yang tak main-main, sekitar Rp44,37 miliar, digelontorkan PT Merdeka Battery Materials Tbk untuk kegiatan eksplorasi nikel di Konawe sepanjang kuartal terakhir 2025. Rinciannya, dana sebesar USD 2,65 juta itu dialokasikan khusus untuk menggali lebih dalam potensi tambang di Sulawesi Tenggara.
Menurut keterbukaan informasi yang dirilis Selasa lalu, pekerjaan lapangan ini ditangani langsung oleh anak usahanya, PT Sulawesi Cahaya Mineral atau SCM. Mereka tak cuma bor biasa. Metodenya cukup komprehensif, mulai dari diamond drilling, pemetaan geologi detail, pengambilan sampel, sampai survei geofisika memakai ground penetration radar.
Lokasi pengeboran sengaja dipusatkan di area yang berdekatan dengan lubang tambang yang sudah ada. Logikanya sederhana: strategi ini selaras dengan rencana jangka panjang perusahaan. Di satu sisi, basis data sumber daya bisa diperkuat. Di sisi lain, kelangsungan produksi di masa depan jadi lebih terjamin.
Artikel Terkait
ALII dan COCO Masuk Papan Khusus, NATO Kembali Normal
Krakatau Steel dan Tata Metal Lestari Perkuat Rantai Pasok Baja Nasional
Gaji Fantastis dan Tunjangan Mewah, Mengapa Masih Ada Korupsi di Pajak?
Prabowo Tancapkan Dua Target Besar: Hapus Kemiskinan Ekstrem dan Resmikan Kilang Raksasa