Kader PSI Semarang Berontak, Susunan Pengurus Dituding Tak Sesuai Kesepakatan

- Selasa, 13 Januari 2026 | 06:20 WIB
Kader PSI Semarang Berontak, Susunan Pengurus Dituding Tak Sesuai Kesepakatan

PSI LAYU SEBELUM BERKEMBANG

Si Ketum karbitan Ngigaunya “Jateng mau dijadikan kandang Gajah”, ehh Belum apa-apa sudah ribut sendiri 🤣🤣

Semarang lagi panas. Bukan cuacanya, tapi situasi di internal Partai Solidaritas Indonesia (PSI) kota ini. Konflik yang sudah berembus sejak lama akhirnya meledak juga ke permukaan.

Intinya, mayoritas kader di tingkat cabang lagi gerah sama kepengurusan daerahnya. Dari 16 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) yang ada, 13 di antaranya secara terang-terangan menyatakan mosi tidak percaya terhadap DPD PSI Kota Semarang. Gara-garanya? Soal susunan pengurus yang dianggap nggak transparan dan melenceng dari kesepakatan.

Pernyataan sikap keras itu disampaikan oleh Hanif Nafilah Rozak, Ketua DPC PSI Semarang Utara. Dia bicara mewakili suara mayoritas cabang yang lain.

“Kami kecewa dan merasa dikhianati secara organisasi. Susunan yang disepakati berbeda dengan yang tertuang dalam SK resmi,”

Begitu kata Hanif di Semarang, Minggu lalu. Dia bilang, semua DPC sebenarnya sudah sepakat dengan satu formasi. Bangkit Mahanantiyo sebagai Ketua DPD, Bayu di posisi Sekretaris, dan Irwan Leokita sebagai Bendahara. Tapi, entah bagaimana ceritanya, SK yang keluar malah beda.

Yang bikin panas, Melly Pangestu justru dikembalikan lagi jadi Sekretaris DPD. Padahal, menurut Hanif, Ketua DPD terpilih aja konon nggak tahu-menahu soal perubahan mendadak ini. “Kami mempertanyakan tata kelola internal partai,” tegasnya. Menurut dia, mustahil perubahan semacam ini terjadi tanpa sepengetahuan pengurus pusat.

Di sisi lain, meski posisi ketua masih dipegang Bangkit, para pengurus cabang tetap menolak susunan lainnya. Mereka merasa suara kader di akar rumput nggak didengar. Seolah-olah, ada permainan di belakang layar yang nggak mereka setujui.

Ribut-ribut internal ini terjadi di saat yang kurang tepat. Baru-baru ini, ketua umum partai sempat berkoar soal Jawa Tengah. Tapi, sebelum rencana besar itu jalan, di kandang sendiri malah sudah berantakan duluan. Mirip tanaman yang layu sebelum sempat berkembang.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar