BRMS Gencar Eksplorasi, Gelontorkan Rp53,76 Miliar di Kuartal Akhir 2025

- Senin, 12 Januari 2026 | 08:35 WIB
BRMS Gencar Eksplorasi, Gelontorkan Rp53,76 Miliar di Kuartal Akhir 2025

Di penghujung tahun 2025, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) ternyata tak main-main soal eksplorasi. Perusahaan tambang ini tercatat menggelontorkan dana yang tak sedikit, mencapai 3,20 juta dolar AS atau sekitar Rp53,76 miliar, hanya dalam tiga bulan terakhir tahun itu. Angka itu setara dengan kurs Rp16.800 per dolarnya.

Uang sebesar itu dialirkan melalui lima anak perusahaannya yang tersebar di berbagai lokasi. Kelima anak usaha itu adalah PT Citra Palu Minerals, PT Dairi Prima Mineral, PT Gorontalo Minerals, PT Linge Mineral Resources, dan PT Suma Heksa Sinergi. Masing-masing punya fokus dan perkembangan yang berbeda-beda.

Berdasarkan keterbukaan informasi yang dirilis ke BEI pada Senin, 12 Januari 2026, rincian pengeluarannya mulai terlihat. PT Citra Palu Minerals, misalnya, menghabiskan USD747 ribu lebih. Dana itu dipakai untuk menggarap empat blok eksplorasi emas dan satu blok operasi produksi di wilayah Sulawesi Tengah dan Selatan.

Di lokasi itu, kegiatan pengeboran di Prospek River Reef-Watuputih, Blok I Poboya, terus berlanjut. Hingga akhir Desember 2025, total kedalaman bor yang sudah dicapai fantastis: 89.582,40 meter. Pekerjaan itu menghasilkan 356 titik bor yang selesai, termasuk bor untuk keperluan hidrogeologi dan geoteknik.

Lalu, bagaimana dengan anak usaha lainnya?

PT Dairi Prima Mineral mencatatkan biaya operasi produksi sebesar USD21.275,86. Namun begitu, periode Oktober-Desember 2025 ternyata sepi dari aktivitas eksplorasi. Alasannya sederhana: eksplorasi di Prospek Anjing Hitam sudah rampung dan kini area itu masuk tahap produksi.

Meski begitu, wilayah Kontrak Karya DPM masih menyimpan potensi lain. Masih ada beberapa prospek dengan tahapan beragam, mulai dari eksplorasi regional hingga pengeboran delineasi. Salah satu yang paling menonjol adalah Prospek Lae Jehe.


Halaman:

Komentar