Dari Hambalang, Jawa Barat, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengumumkan kabar yang dinanti-nanti. Pemerintah bakal segera memberikan kompensasi bagi warga korban banjir dan tanah longsor di Sumatera. Rumah-rumah yang rusak, entah ringan atau sedang, akan menjadi prioritas pencairan dana. Tujuannya jelas: agar masyarakat bisa segera memperbaiki tempat tinggal mereka dan keluar dari pengungsian.
Namun begitu, Prasetyo tak menyebut angka pastinya. Besaran kompensasi itu masih disimpan rapat-rapat.
"Untuk yang rusak ringan dan rusak sedang dalam waktu secepat-cepatnya untuk direalisasikan kompensasi supaya saudara-saudara kita bisa segera memperbaiki rumahnya masing-masing dan kembali dari pengungsian kembali ke kediaman masing-masing," ujarnya, Selasa (6/1).
Di sisi lain, fokus utama saat ini adalah menyediakan hunian darurat. Prasetyo menekankan, membangun tempat tinggal sebanyak-banyaknya adalah langkah pertama yang paling krusial.
"Untuk prioritas pertama ini tentunya adalah sesegera mungkin dibangun sebanyak-banyaknya hunian-hunian bagi saudara-saudara kita yang sekarang masih ada di pengungsian," tegas Prasetyo.
"Dan alhamdulillah tadi beberapa juga melaporkan hampir seluruh kementerian selain Danantara memberikan apa bantuan atau membangun hunian. Kemudian juga kepolisian juga ikut membangun hunian. Kemudian PU juga sudah merencanakan berdasarkan data rekap yang sudah diterima baik yang rusak ringan, rusak sedang maupun rusak berat penanganannya tersendiri," lanjutnya.
Langkah penanganan ini sepertinya mendapat kerangka kepemimpinan yang lebih solid. Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto sudah menunjuk Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian sebagai Ketua Satgas Rehabilitasi Pasca Bencana. Wilayah tugasnya difokuskan pada kawasan Sumatera yang porak-poranda.
Menariknya, Tito mengaku tidak diberi batas waktu yang ketat untuk menyelesaikan mandatnya. Meski begitu, ia berjanji akan bekerja secepat mungkin. Dalam menjalankan tugasnya, ia tak sendirian. Tito akan didampingi oleh Kepala Staf Umum TNI, Letnan Jenderal Richard Tampubolon.
Artikel Terkait
Australia Desak Warganya Tinggalkan Iran, Situasi Keamanan Dinilai Semakin Rawan
Tiang Monorel Mangkrak di Rasuna Said Akhirnya Dibongkar Malam Ini
Skripsi yang Tersandera Birokrasi: Gelar atau Gagasan?
Cinta yang Lelah di Tanah yang Terus Dijarah