Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Minggu (22/2) lalu, ramai bukan main. Di tengah suasana bulan Ramadan 1447 H, justru di situlah perayaan Harmoni Imlek Nusantara baru saja dibuka. Acara yang digelar hingga 3 Maret mendatang ini punya pesan khusus: merajut keharmonisan di bulan yang suci.
Irene Umar, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif yang juga Ketua Umum Panitia Imlek Nasional, tampak bersemangat menerangkan konsepnya. Menurutnya, momen ini sengaja dihadirkan untuk menunjukkan betapa indahnya keberagaman Indonesia.
"Kita pengen menghadirkan keharmonisan yang ada di bawah Ramadan," ujar Irene di hadapan wartawan. "Teman-teman bisa datang ke sini melihat keindahan Indonesia, keberagaman Indonesia yang terwakili di sini. Bukan hanya di pentas, kekompakan ini namanya Harmoni Nusantara."
Ia membeberkan, tema acara setiap hari sengaja dibuat berbeda-beda, sebagai cerminan nyata Bhinneka Tunggal Ika. Di hari pertama, misalnya, bertajuk Korean Day. Pesannya sederhana tapi kuat: talenta Indonesia bukan cuma jago di dalam negeri, tapi juga bisa merajalela di kancah global.
Soal fokus, Irene menekankan pada nilai tambah. "Ekraf fokusnya di value-added," tuturnya. "Ada kuliner, ada film, ada musik, semuanya ada di sini. Tapi saya tekankan, ini panitia nasional. Jadi kita nyocok-nyocokin kementerian masing-masing dan semuanya berkontribusi."
Gelaran ini memang menawarkan segudang aktivitas. Dari tempat bermain anak, museum terbuka untuk belajar akulturasi Tionghoa-Indonesia, festival UMKM, hingga yang cukup menarik: pengecekan kesehatan gratis cukup dengan tunjukkan KTP. Bahkan ada layanan donor darah dan wellness center yang menyediakan akupuntur serta pijat.
Irene optimis jumlah pengunjung akan melimpah. "Dari tarawih saja limpah ke sini, pasti lebih banyak," katanya sambil menyebut estimasi 5.000 hingga 10.000 orang. "Ini lapangan terbuka, kenapa enggak tertutup? Supaya inklusivitas itu bukan sesuatu yang kita omongkan, tapi kita rasakan."
Di sisi lain, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait hadir dengan penekanan yang berbeda. Baginya, perbedaan adalah fondasi kekuatan bangsa.
"Indonesia ini diperluangkan bersama. Perbedaan itu justru kekuatan kita," papar Maruarar dengan tegas. "Kalau enggak beragam, bukan Indonesia namanya. Kekuatannya di situ. Jangan dijadikan kelemahan, jadikan kekuatan itu."
Tak cuma bicara, kementeriannya pun turun tangan dengan menyiapkan program rumah bersubsidi untuk 100 orang yang memenuhi syarat. "Presiden Prabowo sudah kasih BPHTB gratis. PBG-nya, dulu namanya IMB, juga gratis. Kita siapkan," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Staf Presiden M. Qodari melihat gelaran ini dari sudut yang lebih luas. Ia menilai suasana Imlek tahun ini terasa merata, tidak hanya terkonsentrasi di Jakarta, tapi juga di berbagai daerah.
"Terima kasih kepada pemerintah daerah yang sudah mendukung kegiatan ini," kata Qodari. "Jadi betul-betul tahun ini Imlek sesuatu yang menjadi bagian dari masyarakat Indonesia."
Jadi, itulah sekelumit suasana di Lapangan Banteng. Sebuah festival yang lahir di bulan Ramadan, merayakan Imlek, dan pada intinya ingin mengingatkan kita semua tentang sebuah kata yang sering terdengar namun harus terus dirawat: harmoni.
Artikel Terkait
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Semarang Hari Ini: Imsak 04.17 WIB
Anak 12 Tahun di Sukabumi Tewas Diduga Dianiaya, Ibu Tiri Bantah Tuduhan
Jadwal Imsak Jakarta dan Kepulauan Seribu Hari Ini, 23 Februari 2026
Video Viral Penampilan Mirip Taylor Swift di Pernikahan India Ternyata Doppelgänger