MAKASSAR Bayangkan, seorang bek yang pernah berhadapan langsung dengan Messi dan Ronaldo, kini bersiap menghadapi hiruk-pikuk Liga Indonesia. Itulah realitas yang dibawa Damion Lowe ke Dewa United Banten FC. Bukan cuma soal nama besar, tapi lebih pada mentalitas yang terbentuk di lapangan-lapangan elite.
Dewa United resmi mendatangkannya di putaran kedua BRI Super League 2025/2026. Posisi tim di klasemen? Jujur saja, belum menggembirakan. Mereka terpaku di peringkat 12 dengan 24 poin. Kehadiran Lowe, bek asal Jamaika 32 tahun itu, jelas seperti angin segar. Sebuah sinyal bahwa klub ini punya niat lebih dari sekadar bertahan hidup.
Reputasinya di kancah global tak perlu diragukan. Lowe punya 78 caps dan empat gol untuk timnas Jamaika. Karier klubnya juga cukup berwarna: dari Major League Soccer (MLS) bersama Houston Dynamo, lalu merambah Timur Tengah dan Eropa Utara. Pengalamannya itu yang diharapkan bisa menjadi penawar bagi ketidakstabilan lini belakang Dewa United.
Dalam perkenalan resminya, Lowe tak banyak bertele-tele. Gayanya lugas, to the point.
“Ketika sebuah tim punya ambisi tinggi, saya ingin jawab dengan performa terbaik,” ujarnya.
Itu bukan sekadar kalimat penyemangat. Di bawah asuhan Jan Olde Riekerink, Dewa United memang kerap terlihat goyah, terutama di menit-menit krusial. Mereka butuh sosok pemimpin di belakang, seseorang yang bisa mengorganisir dan memberi ketenangan. Lowe dikenal sebagai bek tangguh dalam duel udara, tegas, dan vokal. Figur seperti inilah yang mungkin jadi jawaban.
Namun begitu, ujian pertamanya tak akan mudah. Mereka harus bertandang ke markas PSM Makassar di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare. Kandang PSM terkenal sebagai tempat yang menakutkan bagi tim tamu.
PSM punya permainan agresif dan transisi cepat. Tekanan fisik mereka luar biasa. Di sinilah Lowe dituntut tampil: membaca permainan, memutus umpan, dan tetap cool meski suporter berteriak keras. Untungnya, tekanan semacam ini bukan hal baru baginya. Ia sudah merasakan atmosfer panas MLS dan laga-laga internasional. Tinggal buktikan saja di tanah Parepare.
Artikel Terkait
PSIS Semarang Hajar Persipal 6-1, Keluar dari Zona Degradasi
Tuchel Kecewa, Tapi Pahami Alasan Delapan Pemain Mundur dari Skuad Inggris
Timnas Indonesia Tertinggal dari Bulgaria di Babak Pertama Final FIFA Series
Veda Ega dan Marc Marquez Berbagi Nasib Pahit di COTA