Asap tebal dan lidah api yang menjilat-jilat menyelimuti sebuah bus wisata di ruas Tol Jakarta-Cikampek, Senin sore kemarin. Kejadiannya di KM 06A. Untungnya, seluruh 34 penumpang di dalamnya berhasil dievakuasi dengan selamat. Video kejadian ini langsung membanjiri linimasa media sosial.
Dalam rekaman yang beredar itu, terlihat jelas bus sudah hangus terbakar. Para penumpang tampak sudah berada di luar, berkumpul di bahu jalan sambil menyaksikan kendaraan mereka dilalap si jago merah.
Kompol Sandy Titah Nugraha, Kainduk PJR Cikampek, membeberkan kronologinya. Bus tersebut rupanya membawa rombongan dari jauh, tepatnya dari Metro, Lampung. Tujuan mereka adalah ziarah ke makam Wali Songo.
“Bus wisata dari Metro, Lampung, tujuan ziarah Wali Songo,”
kata Sandy, Senin (5/1).
Menurut penjelasannya, insiden kebakaran mulai terjadi sekitar pukul setengah enam sore. Saat itu bus sedang melaju dari arah Jakarta menuju Cikampek. Tiba-tiba saja, sang pengemudi menyadari ada yang tidak beres.
“Setiba di TKP KM 06A, pengemudi melihat asap di samping bodi belakang bus sebelah kanan, lalu pengemudi menghentikan kendaraannya di lokasi,”
ujar Sandy.
Nasib baik ternyata menyertai rombongan itu. Petugas PJR yang kebetulan sedang patroli langsung mendatangi lokasi. Mereka sigap membantu mengamankan situasi yang sudah mulai panik.
“Petugas PJR Cikampek yang sedang patroli segera mendatangi bus dan membantu mengamankan lokasi,”
lanjutnya.
Bantuan mereka sangat krusial. Api saat itu sudah membesar dengan cepat. Petugas bersama sopir langsung bergerak mengevakuasi puluhan penumpang ke tempat yang lebih aman.
“Petugas juga membantu sopir mengevakuasi 34 penumpang ke tempat aman, mengingat api semakin cepat membesar,”
tutur Sandy.
Lalu, apa penyebabnya? Dari keterangan pengemudi, dugaan sementara mengarah pada korsleting. Bukan di mesin, melainkan pada sistem audio atau sound system bus.
“Menurut keterangan sopir, api berasal dari korsleting sound system. Bus berasal dari Metro, Lampung, dan hendak ziarah ke makam Wali Songo,”
papar Sandy mempertegas.
Bagaimana kondisi terakhir? Sandy memastikan api sudah berhasil dipadamkan. Yang juga penting, lalu lintas di lokasi kejadian sudah kembali normal seperti biasa. Tak ada kemacetan panjang yang ditimbulkan.
“Sudah (padam),”
tandasnya singkat. Sebuah akhir yang beruntung untuk sebuah perjalanan yang sempat mencekam.
Artikel Terkait
Perindo Sultra Kurban Lima Sapi untuk Warga Kurang Mampu di Kendari
Atta Halilintar Sebar 12 Ekor Sapi Kurban ke Sejumlah Daerah di Jawa Barat
Ria Ricis Buka Suara soal Operasi Hidung: Bukan demi Estetika, tapi karena Gangguan Pernapasan Akibat Tulang Bengkok
MUI: Penggunaan APBN untuk Hewan Kurban Presiden Tidak Melanggar Syariat Islam