Dari Reruntuhan Pasar Klewer, Dewi Aminah Bangun Kerajaan Bumbu dan Inspirasi

- Sabtu, 10 Januari 2026 | 11:24 WIB
Dari Reruntuhan Pasar Klewer, Dewi Aminah Bangun Kerajaan Bumbu dan Inspirasi

Kehidupan memang jarang berjalan sesuai rencana. Tapi dari puing-puing kesulitan, kadang justru lahir sesuatu yang kuat. Itulah yang dialami Dewi Aminah, seorang perempuan asal Solo. Dari rentetan cobaan, ia membangun Iswara Food, produsen bumbu kemasan yang kisahnya penuh liku.

Sebelum semua ini, dunia Dewi adalah batik. Usaha batiknya di Pasar Klewer menjadi tumpuan keluarga sejak awal pernikahan. "Bisnis batik itu luar biasa, cari uangnya gampang," kenangnya. Namun, nasib berbalik arah.

"Semuanya habis terbakar saat kejadian kebakaran di Pasar Klewer."

Musibah itu belum berakhir. Di tahun 2000, anak ketiganya lahir dengan kondisi autis dan hiperaktif. Situasi inilah yang akhirnya memaksa Dewi, yang mengaku awalnya tak jago masak, untuk belajar menyiapkan makanan khusus. Tanpa disadari, ia mulai mendalami dunia bumbu dan olahan tepung.

"Awalnya saya nggak bisa masak, sampai akhirnya saya belajar dan bisa membuat bumbu-bumbu dalam kemasan ini," ujarnya.

Tapi Dewi punya cara sendiri. Ia memilih berkreasi dengan tepung mokaf, mengubahnya jadi produk seperti tepung ayam krispi atau tempe mendoan. "Saya bikin yang beda," katanya.

Perjalanan bisnisnya menemukan momentum baru saat ia masuk program BRIncubator dari Rumah BUMN BRI Solo. Program pelatihan selama 10 hari itu membuka matanya. Ia belajar pemasaran lewat media sosial, membuka toko online, hingga memperbaiki kualitas kemasan.

"Alhamdulillah, saya mendapat bimbingan dari BRI... yang membuat saya lebih percaya diri," lanjut Dewi. Hasilnya nyata. Pada 2024, ia bahkan mendapat kesempatan memamerkan produknya di ajang BRI Expo.


Halaman:

Komentar