Menutup tahun 2025, ada kabar menggembirakan dari neraca pembayaran Indonesia. Cadangan devisa kita kembali menguat, menunjukkan ketahanan yang patut disyukuri di tengah dinamika ekonomi global yang tak pernah benar-benar tenang.
Berdasarkan data Bank Indonesia yang dirilis Kamis (8/1), posisi cadangan devisa nasional pada akhir Desember 2025 tercatat mencapai USD 156,5 miliar. Angka ini naik cukup signifikan dibandingkan bulan sebelumnya, yang berada di level USD 150,1 miliar.
Dalam keterangan resminya, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, membeberkan rincian angka tersebut.
Lalu, dari mana saja tambahan itu berasal? Menurut Denny, peningkatan ini ditopang oleh beberapa sumber. Penerimaan dari pajak dan jasa, hasil penerbitan sukuk global pemerintah, serta realisasi penarikan pinjaman pemerintah turut menyumbang. Aliran dana ini memberikan ruang likuiditas yang lebih lega bagi perekonomian, sekaligus jadi bantalan yang kokoh untuk menghadapi berbagai tekanan dari luar.
Yang penting, level ini dinilai sangat aman. BI menyebut cadangan devisa terakhir tahun lalu itu setara dengan pembiayaan impor selama 6,4 bulan. Atau, cukup untuk menutupi 6,3 bulan impor plus pembayaran utang luar negeri pemerintah. Angka itu jauh melampaui standar kecukupan internasional yang hanya sekitar 3 bulan impor.
Artikel Terkait
Saham Jantra Grupo (KAQI) Melonjak 21,9%, Jadi Top Gainer Bursa
Dirut BRI Sinyalkan Dividen 2025 Lebih Besar Didukung CAR yang Kuat
Astrindo dan Indogas Jalin Kerja Sama Penyaluran Gas untuk Proyek Mini LNG
Pengamat Pasar Modal: Notasi Khusus Free Float Tepat, Delisting Perlu Hati-hati