Cadangan Devisa Indonesia Tembus USD 156,5 Miliar di Akhir 2025

- Kamis, 08 Januari 2026 | 11:48 WIB
Cadangan Devisa Indonesia Tembus USD 156,5 Miliar di Akhir 2025

Menutup tahun 2025, ada kabar menggembirakan dari neraca pembayaran Indonesia. Cadangan devisa kita kembali menguat, menunjukkan ketahanan yang patut disyukuri di tengah dinamika ekonomi global yang tak pernah benar-benar tenang.

Berdasarkan data Bank Indonesia yang dirilis Kamis (8/1), posisi cadangan devisa nasional pada akhir Desember 2025 tercatat mencapai USD 156,5 miliar. Angka ini naik cukup signifikan dibandingkan bulan sebelumnya, yang berada di level USD 150,1 miliar.

Dalam keterangan resminya, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, membeberkan rincian angka tersebut.

“Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Desember 2025 sebesar 156,5 miliar dolar AS, meningkat dibandingkan posisi pada akhir November 2025 sebesar 150,1 miliar dolar AS,” jelas Denny.

Lalu, dari mana saja tambahan itu berasal? Menurut Denny, peningkatan ini ditopang oleh beberapa sumber. Penerimaan dari pajak dan jasa, hasil penerbitan sukuk global pemerintah, serta realisasi penarikan pinjaman pemerintah turut menyumbang. Aliran dana ini memberikan ruang likuiditas yang lebih lega bagi perekonomian, sekaligus jadi bantalan yang kokoh untuk menghadapi berbagai tekanan dari luar.

Yang penting, level ini dinilai sangat aman. BI menyebut cadangan devisa terakhir tahun lalu itu setara dengan pembiayaan impor selama 6,4 bulan. Atau, cukup untuk menutupi 6,3 bulan impor plus pembayaran utang luar negeri pemerintah. Angka itu jauh melampaui standar kecukupan internasional yang hanya sekitar 3 bulan impor.

“Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan,” tegas Denny.

Dengan kata lain, posisi saat ini dinilai lebih dari cukup. Ia bisa menopang transaksi internasional, menjaga kepercayaan para pelaku pasar, dan menjadi tameng untuk meredam potensi gejolak eksternal. Ini adalah fondasi utama stabilitas.

Ke depan, optimisme tetap dijaga. BI meyakini ketahanan eksternal Indonesia akan bertahan baik. Keyakinan ini bukan tanpa alasan. Selain didukung cadangan yang memadai, prospek aliran modal asing yang berkelanjutan juga masih cerah. Hal ini sejalan dengan persepsi investor yang masih melihat prospek ekonomi domestik dan imbal hasil investasi di Indonesia cukup menarik.

Namun begitu, BI tak mau berpuas diri. Untuk menjaga momentum positif ini, komitmen memperkuat koordinasi dengan pemerintah akan terus diintensifkan. Sinergi antara kebijakan moneter dan fiskal dianggap sebagai kunci bukan hanya untuk menjaga stabilitas, tapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan ke depannya.

Denny menutup pernyataannya dengan penegasan soal komitmen tersebut.

“Bank Indonesia terus meningkatkan sinergi dengan pemerintah dalam memperkuat ketahanan eksternal guna menjaga stabilitas perekonomian untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” tutupnya.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar