Trump Serukan Pengusiran Omar dan Tlaib Usai Diteriaki di Kongres

- Kamis, 26 Februari 2026 | 14:40 WIB
Trump Serukan Pengusiran Omar dan Tlaib Usai Diteriaki di Kongres

Donald Trump lagi-lagi meluapkan kemarahan di media sosial. Kali ini, sasarannya dua anggota Kongres dari Partai Demokrat, Ilhan Omar dan Rashida Tlaib. Dalam sebuah unggahan di Truth Social, mantan presiden AS itu menyebut keduanya harus "dikirim kembali ke tempat asal mereka".

Ucapan Trump ini muncul setelah sebuah insiden. Pada Selasa malam, saat Trump berpidato di hadapan Kongres, Omar dan Tlaib meneriakinya. Mereka mengecam Trump terkait kematian warga AS di tangan petugas imigrasi.

"Anda telah membunuh warga Amerika!" teriak Ilhan Omar, suaranya terdengar jelas di ruang sidang.

Trump, lewat platform miliknya, membalas dengan kata-kata yang pedas. Ia menyebut kedua politikus perempuan itu "ber-IQ rendah" dan mengatakan mereka "harus dirawat di rumah sakit jiwa". Bahkan, ia mendeskripsikan penampilan mereka saat berteriak dengan ungkapan yang kasar: "mata melotot dan merah seperti orang gila, sakit jiwa dan tidak waras."

Menurut sejumlah saksi, suasana saat itu memang tegang. Namun begitu, reaksi Trump dinilai banyak kaliban sudah melampaui batas.

"Ketika orang dapat berperilaku seperti itu, dan mengetahui bahwa mereka adalah Politisi yang Curang dan Korup, sangat buruk bagi Negara kita," tulis Trump lebih lanjut. Ia menegaskan, "kita harus mengirim mereka kembali ke tempat asal mereka - secepat mungkin."

Dalam pandangannya, Omar dan Tlaib hanya merusak Amerika. "Mereka tidak dapat melakukan apa pun untuk membantunya," imbuhnya seperti dilaporkan NBC News, Kamis lalu.

Faktanya, seruan untuk "mengirim kembali" itu sama sekali tidak berdasar. Ilhan Omar, perempuan Muslim kelahiran Somalia, telah menjadi warga negara AS yang sah selama hampir tiga dekade. Sementara Rashida Tlaib adalah warga Palestina-Amerika yang lahir di Detroit, Michigan. Dengan kata lain, mereka berdua adalah warga AS sejak lahir atau naturalisasi. Mereka tidak memenuhi syarat untuk dideportasi, sekalipun ada yang menginginkannya.

Di sisi lain, ini bukan pertama kalinya Trump bersitegang dengan kedua anggota DPR tersebut. Gaya komunikasinya yang frontal dan penuh hinaan seolah menjadi ciri khas setiap kali ia berkonflik dengan lawan politik.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar