Dengan kata lain, posisi saat ini dinilai lebih dari cukup. Ia bisa menopang transaksi internasional, menjaga kepercayaan para pelaku pasar, dan menjadi tameng untuk meredam potensi gejolak eksternal. Ini adalah fondasi utama stabilitas.
Ke depan, optimisme tetap dijaga. BI meyakini ketahanan eksternal Indonesia akan bertahan baik. Keyakinan ini bukan tanpa alasan. Selain didukung cadangan yang memadai, prospek aliran modal asing yang berkelanjutan juga masih cerah. Hal ini sejalan dengan persepsi investor yang masih melihat prospek ekonomi domestik dan imbal hasil investasi di Indonesia cukup menarik.
Namun begitu, BI tak mau berpuas diri. Untuk menjaga momentum positif ini, komitmen memperkuat koordinasi dengan pemerintah akan terus diintensifkan. Sinergi antara kebijakan moneter dan fiskal dianggap sebagai kunci bukan hanya untuk menjaga stabilitas, tapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan ke depannya.
Denny menutup pernyataannya dengan penegasan soal komitmen tersebut.
Artikel Terkait
OCBC NISP Bagikan Dividen Rp1,03 Triliun, Nilai per Saham Turun 58%
Avian Brands Bagikan Dividen Final Rp709 Miliar, Total 2026 Capai Rp1,36 Triliun
Analis Soroti Anomali: Kinerja BCA Gemilang, Harga Saham Justru Anjlok
ARNA Bagikan Dividen Rp330 Miliar, Setara Rp45 per Saham untuk Tahun Buku 2025