Di kantor pusat BPJS Kesehatan, Jakarta Pusat, Selasa (7/4/2026) lalu, suasana terlihat cukup berbeda. Menteri Yandri Susanto dari Kementerian Desa dan PDT bersama Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, duduk berdampingan untuk sebuah penandatanganan penting. Mereka menyepakati Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama. Intinya, kedua lembaga ini sepakat untuk bersinergi lebih kuat. Tujuannya jelas: mengoptimalkan program jaminan kesehatan nasional, khususnya di desa-desa dan daerah yang masih tertinggal.
Dalam sambutannya, Yandri menekankan soal literasi kesehatan. Menurutnya, upaya memastikan seluruh warga desa punya jaminan kesehatan harus dibarengi dengan pemahaman. Mereka perlu melek dan paham betapa pentingnya kesehatan itu.
“Jadi ada Makan Bergizi Gratis (MBG) yang bahan bakunya tentu sebagian besar itu dari desa, perlu orang-orang yang sehat. Termasuk yang nanti menggerakkan dan terlibat langsung di koperasi desa merah putih juga perlu orang-orang yang sehat. Jadi kami tentu menyambut baik dan terima kasih kepada Pak dirut dan seluruh jajaran BPJS dan kami akan mengawal MoU ini,” ujar Yandri.
Ia juga menyambungkan program ini dengan visi pemerintahan. Asta Cita keenam Presiden Prabowo Subianto, tentang membangun dari desa untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan, menurutnya sangat erat kaitannya dengan kesehatan warga.
“Sehingga semua warga sadar bahwa BPJS ini adalah alat pemerintah yang bisa memastikan pelayanan itu benar adanya, negara hadir. Dan kami tadi mendukung pernyataan pak Dirut BPJS, jangan sampai rakyat di desa itu miskin gara-gara sakit atau tidak sehat, kalau ada BPJS Insyaallah itu akan menjadi ringan beban ketika mereka sakit,” sambungnya.
Oleh karena itu, komitmennya bulat. Kementeriannya akan berupaya maksimal agar program JKN ini benar-benar terasa dan menjadi kebutuhan mendasar di desa. Logikanya sederhana: dengan 75.296 desa di Indonesia, di mana sebagian besar rakyat tinggal, maka kemakmuran desa adalah kunci kemakmuran nasional.
Artikel Terkait
Menteri Haji Ungkap Lonjakan Harga Avtur Tiga Kali Lipat Jadi Tantangan Utama
Bareskrim Sita 1,3 Juta Liter BBM Subsidi dan 23 Ribu Tabung Elpiji dalam Kasus Mafia Energi
Sampah Menggunung di Depan SDN 1 Leuwiliang, Pihak Kecamatan Klaim Sudah Ditangani
Kecelakaan Maut di Cadas Pangeran Tewaskan Seorang Ayah, Anak Kritis