John Herdman Panggil Thom Haye hingga Saddil Ramdani di TC Perdana Timnas, Target Juara Piala AFF 2026 Mulai Digarap

- Minggu, 26 April 2026 | 17:30 WIB
John Herdman Panggil Thom Haye hingga Saddil Ramdani di TC Perdana Timnas, Target Juara Piala AFF 2026 Mulai Digarap

JAKARTA Ambisi buat angkat trofi lagi, itu bukan cuma omongan kosong buat Timnas Indonesia sekarang. Di bawah pelatih anyar, John Herdman, target juara Piala AFF 2026 mulai digarap serius. Bedanya, pendekatannya lebih pragmatis. Ia maksimalkan apa yang sudah ada termasuk para pemain naturalisasi yang bisa dibilang "warisan" dari era Shin Tae-yong.

Langkah perdana Herdman? Pemanggilan pemain buat pemusatan latihan di Jakarta, akhir Mei 2026. Nama-nama kayak Thom Haye, Marc Klok, dan Saddil Ramdani langsung jadi sorotan. Bukan cuma karena kualitas individu mereka sih, tapi lebih ke gimana mereka mewakili kombinasi pengalaman, teknik, dan fleksibilitas taktik yang pas buat turnamen seketat AFF.

Nah, soal Saddil, pemanggilan ini agak spesial. Kayak ada cerita "penebusan" gitu. Udah lebih dari dua tahun absen dari skuad Garuda, akhirnya dia dikasih kesempatan lagi. Dalam sepak bola, momentum itu segalanya, kan? Dan performanya bareng klub musim ini jadi alasan kuat kenapa dia dipercaya lagi. Herdman kayaknya lihat sesuatu yang mungkin kelewat sama pelatih sebelumnya kemampuan Saddil buat buka ruang dan kasih dimensi beda di sisi sayap.

Tapi, inti proyek ini bukan cuma soal satu dua pemain. Herdman mewarisi fondasi yang udah dibangun Shin Tae-yong, terutama soal integrasi pemain naturalisasi. Thom Haye dan Marc Klok, misalnya, bukan cuma pelengkap. Mereka bagian penting dari struktur tim. Bawa pengalaman main di level Eropa, pemahaman taktik yang matang, plus ketenangan buat ngontrol tempo permainan.

Di sinilah menariknya pendekatan Herdman. Alih-alih rombak total, dia malah coba optimalkan apa yang udah ada. Filosofinya sederhana: kalau fondasi udah kuat, yang dibutuhin tinggal penyempurnaan bukan revolusi. Kelihatan banget dari caranya tetap pertahankan kerangka tim, sambil nambahin variasi dalam pendekatan main.

Pemusatan latihan (TC) yang digelar 26–30 Mei itu bukan sekadar rutinitas biasa. Ini tahap seleksi beneran. Herdman bakal nilai bukan cuma kemampuan teknis, tapi juga kecocokan pemain sama sistem yang mau dia bangun. Soalnya, di turnamen kayak Piala AFF, chemistry tim sering lebih nentuin daripada kualitas individu doang.

Belum lagi, ada agenda FIFA Matchday awal Juni termasuk laga lawan Timnas Oman. Itu bakal jadi ujian nyata. Pertandingan itu bukan cuma ajang uji coba, tapi juga laboratorium taktik. Di sana, Herdman bisa liat gimana kombinasi pemain lokal dan naturalisasi bekerja di bawah tekanan pertandingan sesungguhnya.

Yang juga menarik, persaingan di dalam tim mulai terbuka lebar. Pemanggilan pemain dari berbagai klub kayak Persib Bandung dan Persija Jakarta nunjukin kalau nggak ada lagi "zona nyaman". Setiap pemain harus buktiin diri, baik di latihan maupun uji coba.

Situasi ini kasih dua efek sekaligus. Di satu sisi, kualitas tim naik karena setiap pemain dipaksa tampil maksimal. Di sisi lain, Herdman punya banyak opsi buat meracik strategi, tergantung lawan yang dihadapi. Fleksibilitas ini penting banget di turnamen pendek kayak AFF, di mana jadwal padat dan kondisi pemain bisa berubah cepat.

Meski begitu, tantangan tetap ada. Gabungin pemain dengan latar belakang beda entah dari gaya main atau pengalaman itu nggak gampang. Butuh komunikasi yang baik, plus kejelasan peran di dalam tim. Kalau nggak, malah bisa timbul ketidakseimbangan.

Ditambah lagi, ekspektasi publik juga nggak bisa diabaikan. Target juara bukan cuma datang dari internal tim, tapi juga tekanan suporter yang udah lama nungguin trofi AFF. Dalam situasi kayak gini, kekuatan mental jadi sama pentingnya dengan kemampuan teknis.

Tapi, kalau liat arah yang lagi dibangun, ada alasan buat optimis. Herdman kayaknya paham kalau kunci sukses bukan cuma soal siapa yang main, tapi gimana mereka main bareng. Dengan maksimalin pemain naturalisasi yang udah beradaptasi, plus hidupin lagi pemain-pemain yang sempat tersisih, dia lagi nyoba ciptain keseimbangan yang ideal.

Pada akhirnya, perjalanan menuju Piala AFF 2026 bakal jadi ujian sesungguhnya. Apakah kombinasi antara warisan Shin Tae-yong dan sentuhan baru John Herdman bisa hasilin sesuatu yang lebih besar? Jawabannya cuma bisa ditentukan di lapangan.

Satu hal yang pasti, Timnas Indonesia sekarang nggak cuma pengen bersaing. Mereka pengen menang. Dan untuk pertama kalinya dalam beberapa waktu terakhir, ambisi itu terasa punya fondasi yang cukup kuat buat diwujudkan.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Tags