Jakarta punya rencana baru. Gubernur Pramono Anung baru-baru ini mengumumkan bahwa Museum MH Thamrin di kawasan Senen akan segera direnovasi total. Bukan sekadar perbaikan biasa, tapi diubah jadi ikon baru ibu kota.
Pengumuman ini disampaikan Pramono saat menghadiri perayaan Lebaran Betawi. Dengan nada optimis, ia menyebut anggaran untuk proyek ini sudah siap dan pengerjaannya akan dimulai dalam waktu dekat.
"Saya ingin menyampaikan pemerintah DKI Jakarta segera akan merenovasi museum MH Thamrin yang ada di Jalan Kenari. Anggarannya sudah tersedia, dalam waktu dekat ini kita mulai dan itu akan menjadi ikon baru bagi Jakarta,"
Ucap Pramono, seperti dikutip dari program Metro Siang Metro TV, Minggu lalu.
Latar belakang renovasi ini cukup kuat. MH Thamrin adalah tokoh sentral dalam sejarah Betawi. Museum yang kondisinya sudah memprihatinkan itu dianggap perlu dibangkitkan kembali sebagai bentuk penghormatan atas jasanya. Pemerintah merasa punya utang budi untuk merawat warisan sejarah semacam ini.
Nah, rencananya tak berhenti di fisik bangunan saja. Pramono sudah memikirkan langkah lebih jauh. Ia ingin museum yang sudah direvitalisasi itu menjadi destinasi wajib bagi pelajar yang melakukan studi tur ke Jakarta.
"Jadi nanti kalau ada anak-anak SMP, SMA atau SD yang akan study tour ke Jakarta, maka saya telah meminta kepada Dinas Pendidikan untuk diatur bisa menyambangi atau mengunjungi Museum MH Thamrin yang akan kita renovasi,"
Jelasnya.
Jadi, skemanya sudah jelas. Dinas Pendidikan DKI nantinya akan mengarahkan kunjungan pendidikan ke sana. Harapannya, setelah dibenahi, museum itu tak hanya jadi bangunan cantik, tapi juga pusat pembelajaran yang hidup tentang sejarah lokal Jakarta. Sebuah langkah konkret, meski terlambat, untuk mengenang salah satu putra terbaiknya.
Artikel Terkait
Vinicius Junior Tegaskan Real Madrid Klub Impian, Tak Buru-buru Perpanjang Kontrak
TNI AL Temukan Kandungan Logam Tanah Jarang dan Unsur Radioaktif di 25 Kontainer Ilegal Batam
Pria Tenggelam Saat Cuci Usus Sapi Kurban di Anak Sungai Musi Palembang
Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko Tutup Lebih Awal saat Waisak, Pengunjung Hanya Boleh hingga Pelataran