Stamford Bridge menyaksikan sebuah pertunjukan dominasi. Manchester City, dengan dingin dan penuh perhitungan, membungkam Chelsea dengan skor telak 3-0. Hasil ini bukan sekadar tiga poin; ini adalah pernyataan. Jarak dengan Arsenal di puncak klasemen kini menyusut jadi enam poin. Perlombaan perebutan gelar Liga Premier tiba-tiba terasa sangat panas.
Momennya tepat. Sehari sebelumnya, Arsenal tersandung di markas Bournemouth. Pep Guardiola dan anak asuhnya langsung melihat peluang itu. Setelah babak pertama yang canggung dan penuh kehati-hatian, mereka bangkit dengan brutal. Tiga gol dalam 17 menit sesudah jeda. Chelsea, di hadapan pendukungnya sendiri, benar-benar hancur berantakan.
Nico O'Reilly yang membuka keran gol di menit ke-50. Ia terus saja produktif. Tak lama berselang, Marc Guéhi akhirnya mencetak gol liga pertamanya untuk City. Pesta belum usai. Jérémie Doku kemudian memanfaatkan kesalahan fatal Moisés Caicedo, melengkapi malam memalukan bagi The Blues.
Ada kesan kuat bahwa City sedang menemukan ritme terbaiknya. Ironisnya, itu terjadi justru ketika Arsenal mulai kehilangan momentum. Sayangnya bagi Chelsea, mereka sama sekali tak bisa menjadi penghalang. Mereka tampak kalah kelas, baik secara fisik maupun mental, di hadapan mesin yang lebih kuat dan klinis. Mimpi bermain di Liga Champions musim depan? Semakin suram.
Marc Guehi merayakan gol pertamanya di Liga Premier untuk City. Momen indah bagi bek muda itu.
Kini, semua mata tertuju pada pertemuan langsung pekan depan. Jika City bisa mengalahkan Arsenal di Etihad, selisih poin akan tinggal tiga. Dengan satu laga sisa, tekanan akan sepenuhnya beralih ke pundak sang pemimpin.
Padahal, awal laga tak menunjukkan tanda-tanda kekalahan besar. Chelsea bahkan terlihat sedikit lebih baik di babak pertama. City tampak ragu, tidak seperti biasanya. Cole Palmer nyaris mencetak gol ke gawang mantan klubnya. Marc Cucurella sempat membobol gawang, sayangnya offside. Pedro Neto juga memaksa Gianluigi Donnarumma turun tangan.
Artikel Terkait
Persija Gelar Workshop Fotografi ke-5 di Sela Laga Kandang
Korban Penyekatan Air Keras Tolak Kasusnya Diadili di Peradilan Militer
BMKG Pastikan Cahaya Misterius di Langit Malang adalah Sampah Antariksa
Hexindo Gelar RUPSLB Usai Mundurnya Dua Direktur Asal Jepang