Wakil Presiden AS JD Vance punya pandangan sinis soal ganti bendera itu.
katanya.
Memerangi 'Armada Bayangan'
Kapal kedua yang jadi sasaran adalah tanker M Sophia berbendera Panama. Kapal ini dicegat di dekat pantai timur laut Amerika Selatan saat mengangkut minyak Venezuela. Ini sudah jadi penyitaan keempat dalam kurun beberapa pekan terakhir. Menurut dokumen internal PDVSA, perusahaan minyak negara Venezuela, muatan di kapal itu dalam keadaan penuh.
Pemerintah AS menyebut kedua tanker ini bagian dari "armada bayangan" atau shadow fleet. Armada ini dikenal sebagai modus untuk menyelundupkan minyak dari negara-negara yang kena sanksi berat, seperti Venezuela dan Iran.
Wakil Kepala Staf Gedung Putih Stephen Miller menegaskan sikap keras Washington. Hanya transportasi energi yang legal dan sejalan dengan kepentingan nasional AS yang akan diizinkan. Sementara itu, Jaksa Agung Pam Bondi mengisyaratkan konsekuensi serius bagi awak Marinera yang berusaha kabur. Mereka berpotensi menghadapi tuntutan pidana di pengadilan.
Artikel Terkait
INET (Sinergi Inti Andalan Prima) Ekspansi ke Bisnis Perdagangan Peralatan Telekomunikasi
IHSG Naik 6,14%, Saham TRUK Melonjak Lebih dari 100%
Harga CPO Anjlok 6% dalam Seminggu, Pasar Khawatir Produksi Musiman Kalahkan Permintaan
Zyrex Dapat Kredit Rp178,8 Miliar dari Bank Permata untuk Ekspansi