Wakil Presiden AS JD Vance punya pandangan sinis soal ganti bendera itu.
katanya.
Memerangi 'Armada Bayangan'
Kapal kedua yang jadi sasaran adalah tanker M Sophia berbendera Panama. Kapal ini dicegat di dekat pantai timur laut Amerika Selatan saat mengangkut minyak Venezuela. Ini sudah jadi penyitaan keempat dalam kurun beberapa pekan terakhir. Menurut dokumen internal PDVSA, perusahaan minyak negara Venezuela, muatan di kapal itu dalam keadaan penuh.
Pemerintah AS menyebut kedua tanker ini bagian dari "armada bayangan" atau shadow fleet. Armada ini dikenal sebagai modus untuk menyelundupkan minyak dari negara-negara yang kena sanksi berat, seperti Venezuela dan Iran.
Wakil Kepala Staf Gedung Putih Stephen Miller menegaskan sikap keras Washington. Hanya transportasi energi yang legal dan sejalan dengan kepentingan nasional AS yang akan diizinkan. Sementara itu, Jaksa Agung Pam Bondi mengisyaratkan konsekuensi serius bagi awak Marinera yang berusaha kabur. Mereka berpotensi menghadapi tuntutan pidana di pengadilan.
Artikel Terkait
Pizza Hut Indonesia Dirikan Anak Usaha Baru untuk Bisnis Roti dan Akomodasi
Menhub Prediksi Puncak Mudik Lebaran 2026 pada 18 Maret
Saham PP Properti Melonjak 10% Usai BEI Cabut Suspensi
BEI Bekukan Perdagangan Wanteg Sekuritas Terkait Kondisi Operasional