Israel Klaim Tewaskan Kepala Intelijen Hizbullah dalam Serangan di Beirut

- Senin, 02 Maret 2026 | 22:10 WIB
Israel Klaim Tewaskan Kepala Intelijen Hizbullah dalam Serangan di Beirut

Ledakan kembali mengguncang Beirut. Militer Israel melancarkan serangan ke Lebanon, sebagai balasan atas keterlibatan Hizbullah dalam gelombang serangan pasca-wafatnya pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Dalam serangan di ibu kota Lebanon itu, mereka mengklaim telah menewaskan seorang petinggi penting: Hussein Moukalled, kepala dinas intelijen Hizbullah.

Kabar kematian Moukalled ini dikonfirmasi dari sebuah pernyataan militer Israel pada hari Senin (2/3/2026). Menurut mereka, target tersebut berhasil dilenyapkan dalam sebuah serangan "tepat sasaran" yang terjadi di Beirut pada hari Minggu malam, di tengah situasi baku tembak antara kedua belah pihak.

"IDF sekarang mengkonfirmasi bahwa dalam serangan tepat sasaran di Beirut tadi malam (Minggu), teroris Hussein Moukalled, yang menjabat sebagai kepala markas intelijen Hizbullah, telah dilenyapkan,"

Begitu bunyi pernyataan resmi itu.

Keadaan sebenarnya sudah mulai memanas sejak pagi hari. Menurut saksi mata di lapangan, termasuk jurnalis AFP yang melaporkan dari Beirut, beberapa ledakan keras telah terdengar di area ibu kota Lebanon itu pada Senin pagi waktu setempat. Momen itu bersamaan dengan pengumuman militer Israel bahwa pasukannya mulai menyerang target-target Hizbullah di seluruh Lebanon.

Serangan besar-besaran ini bukan tanpa pemicu. Aksi Israel muncul sebagai respons atas peluncuran rudal dan drone dari wilayah Lebanon ke wilayahnya. Yang menarik, ini adalah serangan pertama Hizbullah terhadap Israel sejak kesepakatan gencatan senjata November 2024 lalu sebuah jeda yang mengakhiri lebih dari setahun pertikaian sengit antara mereka.

Di sisi lain, militer Israel juga merilis pernyataan terpisah pada hari Senin. Isinya menyebut bahwa pasukan mereka telah "secara tepat menyerang" para anggota senior Hizbullah di wilayah Beirut, ditambah satu serangan lagi yang difokuskan di wilayah selatan Lebanon. Situasinya jelas sedang tidak baik-baik saja, dan ketegangan sepertinya akan terus berlanjut.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar