Langkahnya ternyata tak berhenti di situ. Menurut sejumlah saksi, koordinasi dengan Kejaksaan Agung dan Kepolisian telah berjalan. Hasilnya, 76 orang kini berstatus tersangka. Yang lebih mencengangkan, dari internal Kementan sendiri, 192 pejabat dan pegawai telah dicopot atau diberhentikan dalam kurun setahun terakhir.
"Kalau kami tidak melakukan perombakan selama lima tahun, barangkali bisa mencapai 1.000 orang," imbuh Amran. Pernyataan ini ia sampaikan di hadapan Presiden Prabowo, menunjukkan keseriusannya membereskan masalah dari dalam.
Usai meninjau stan, rombongan presiden bergerak ke area sawah. Mereka menyaksikan langsung aktivitas petani, mulai dari penanaman hingga panen padi yang sudah memanfaatkan teknologi modern. Tampak mendampingi Presiden, sejumlah menteri seperti Menko Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, serta Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.
Nuansa acara hari itu paduan antara optimisme swasembada dan pesan keras penegakan hukum. Di satu sisi, kemajuan pertanian ditampilkan. Di sisi lain, ada peringatan nyata: pemerintah tak akan segan membersihkan rumahnya sendiri dari praktik yang merugikan petani.
Artikel Terkait
Cadangan LPG Nasional Kembali Normal Setelah Sempat Kritis
ARNA Bagikan Dividen Rp330 Miliar, Yield Capai 8,4%
Cimory Bagikan Dividen Rp1,59 Triliun dari Laba Bersih Rp2,03 Triliun
IHSG Melonjak 2,07%, Sentimen Beli Dominasi Pasar Saham