Mengapa Bensin Hanya Naik Sedikit?
Erika punya analisis menarik soal kenaikan konsumsi bensin yang moderat ini. Menurutnya, masyarakat banyak beralih ke transportasi umum selama liburan panjang.
"Perkiraan kami, mobil pribadi mungkin berkurang. Ini terlihat dari lonjakan avtur yang mencapai 5,5 persen. Kereta api juga penuh sesak," ungkapnya.
Faktor lain yang tak kalah penting: tren kendaraan listrik. Transaksi di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) disebutnya melonjak hingga lima kali lipat dibanding tahun sebelumnya.
Pendapat senada datang dari Mars Ega Legowo, Dirut Pertamina Patra Niaga. Ia membenarkan bahwa kenaikan 0,9 persen itu adalah perbandingan dengan penjualan normal Oktober-November. Jika dibandingkan Desember tahun lalu, kenaikannya justru sekitar 2 persen.
"Trennya memang naik, tapi tidak drastis," katanya.
Ega juga menyoroti peran kendaraan hybrid. Penjualannya yang meningkat signifikan belakangan ini turut mempengaruhi, karena konsumsi bahan bakarnya lebih irit.
"Jadi, gabungan antara transportasi umum, kendaraan listrik, dan hybrid ini yang membuat konsumsi bensin tidak meledak-ledak saat liburan," pungkas Ega.
Sepertinya, pola mobilitas masyarakat kita mulai berubah.
Artikel Terkait
Cadangan LPG Nasional Kembali Normal Setelah Sempat Kritis
ARNA Bagikan Dividen Rp330 Miliar, Yield Capai 8,4%
Cimory Bagikan Dividen Rp1,59 Triliun dari Laba Bersih Rp2,03 Triliun
IHSG Melonjak 2,07%, Sentimen Beli Dominasi Pasar Saham