Program MBG Dituding Sebabkan Susu UHT Langka di Minimarket

- Kamis, 08 Januari 2026 | 12:30 WIB
Program MBG Dituding Sebabkan Susu UHT Langka di Minimarket

Isu soal langkanya susu UHT di minimarket-minimarket akhir-akhir ini ramai diperbincangkan. Ternyata, fenomena ini ada kaitannya dengan program pemerintah. Badan Gizi Nasional (BGN) akhirnya angkat bicara.

Wakil Kepala BGN, Nanik S Deyang, tak menampik bahwa kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terhadap susu UHT memang sangat besar. Produk ini merupakan salah satu komponen penting dalam menu Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Susunya memang banyak, kan, kebutuhannya banyak," ujar Nanik saat ditemui di SMKN 1 Jakarta, Kamis lalu.

Namun begitu, ia memastikan pemerintah punya rencana ke depan. Solusi jangka panjangnya adalah dengan membangun peternakan sapi sendiri untuk memenuhi pasokan.

“Ini lagi dibangun pabrik-pabrik baru. Pemerintah, kan, sekarang lagi bangun 500 peternakan,” jelasnya.

Lantas, seperti apa kondisi di lapangan? Pantauan di sejumlah minimarket di Jakarta Timur mengonfirmasi gelagat yang tidak biasa. Para petugas SPPG kerampil terlihat berburu susu UHT, terutama saat malam hari. Kebutuhannya masif sampai-sampai mereka perlu membawa mobil box untuk mengangkut puluhan karton dari toko.

Seorang pramuniaga di salah satu toko mengiyakan.

"Kalau malam. Semua merek diborong nyari 120 karton isi 12,” katanya, enggan disebut namanya.

Cerita serupa datang dari minimarket lain yang tak jauh dari lokasi tersebut. Pramuniaga di sana juga membenarkan adanya pembelian dalam jumlah besar oleh petugas SPPG untuk satu merek susu UHT tertentu.

Semua ini berawal dari keluhan di media sosial X. Beredar kabar tentang pembatasan pembelian susu UHT ukuran 750 ml hingga 1 liter, diduga karena suplai dari pabrik yang terbatas.

Tapi, banyak warganet punya dugaan lain. Mereka justru menyoroti bahwa kelangkaan itu terjadi karena stok diborong habis untuk keperluan MBG. Banyak yang membenarkan pernyataan ini berdasarkan pengalaman pribadi.

Salah satunya mengaku menerima dua kotak susu UHT ukuran 1 liter jelang libur sekolah dua pekan. Imbasnya, susu kemasan besar jadi barang langka. Bukan cuma pelanggan biasa yang kewalahan.

Warganet lain menyebut warung kopi atau coffee shop ikut kesulitan. Mereka kesulitan dapat pasokan untuk bahan baku sehari-hari gara-gara fenomena ‘penyerbuan’ oleh dapur MBG ini.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar