Isu soal langkanya susu UHT di minimarket-minimarket akhir-akhir ini ramai diperbincangkan. Ternyata, fenomena ini ada kaitannya dengan program pemerintah. Badan Gizi Nasional (BGN) akhirnya angkat bicara.
Wakil Kepala BGN, Nanik S Deyang, tak menampik bahwa kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terhadap susu UHT memang sangat besar. Produk ini merupakan salah satu komponen penting dalam menu Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Susunya memang banyak, kan, kebutuhannya banyak," ujar Nanik saat ditemui di SMKN 1 Jakarta, Kamis lalu.
Namun begitu, ia memastikan pemerintah punya rencana ke depan. Solusi jangka panjangnya adalah dengan membangun peternakan sapi sendiri untuk memenuhi pasokan.
“Ini lagi dibangun pabrik-pabrik baru. Pemerintah, kan, sekarang lagi bangun 500 peternakan,” jelasnya.
Lantas, seperti apa kondisi di lapangan? Pantauan di sejumlah minimarket di Jakarta Timur mengonfirmasi gelagat yang tidak biasa. Para petugas SPPG kerampil terlihat berburu susu UHT, terutama saat malam hari. Kebutuhannya masif sampai-sampai mereka perlu membawa mobil box untuk mengangkut puluhan karton dari toko.
Seorang pramuniaga di salah satu toko mengiyakan.
Artikel Terkait
Astra Lanjutkan Bantuan Tahap Kedua untuk Korban Banjir Bandang Sumatra
OJK Pastikan Stabilitas Sektor Keuangan Nasional Bertahan Hingga 2025
Durian Beku Indonesia Resmi Pecah Pasar China
IHSG Melaju ke 9.000, Saham RLCO Melonjak 25%