"Kalau malam. Semua merek diborong nyari 120 karton isi 12,” katanya, enggan disebut namanya.
Cerita serupa datang dari minimarket lain yang tak jauh dari lokasi tersebut. Pramuniaga di sana juga membenarkan adanya pembelian dalam jumlah besar oleh petugas SPPG untuk satu merek susu UHT tertentu.
Semua ini berawal dari keluhan di media sosial X. Beredar kabar tentang pembatasan pembelian susu UHT ukuran 750 ml hingga 1 liter, diduga karena suplai dari pabrik yang terbatas.
Tapi, banyak warganet punya dugaan lain. Mereka justru menyoroti bahwa kelangkaan itu terjadi karena stok diborong habis untuk keperluan MBG. Banyak yang membenarkan pernyataan ini berdasarkan pengalaman pribadi.
Salah satunya mengaku menerima dua kotak susu UHT ukuran 1 liter jelang libur sekolah dua pekan. Imbasnya, susu kemasan besar jadi barang langka. Bukan cuma pelanggan biasa yang kewalahan.
Warganet lain menyebut warung kopi atau coffee shop ikut kesulitan. Mereka kesulitan dapat pasokan untuk bahan baku sehari-hari gara-gara fenomena ‘penyerbuan’ oleh dapur MBG ini.
Artikel Terkait
Pinjol Tembus Rp 95 Triliun, Trump Siapkan Rp 3.000 Triliun untuk Ringankan KPR
United Tractors Gencar Bor, Suntik Rp23,8 Miliar untuk Eksplorasi Nikel dan Emas
Antam Gencar Eksplorasi, Siapkan Rp 246 Miliar untuk Buru Emas, Nikel, dan Bauksit
Januari, Lelang Panas Bumi yang Sempat Mandek Kembali Dibuka