Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, tiba-tiba muncul untuk inspeksi di Lapas Ciangir, Tangerang, Selasa lalu. Kunjungannya bukan cuma soal inspeksi rutin. Agus ingin melihat langsung lahan pertanian di dalam lapas, yang rencananya akan digarap maksimal oleh para narapidana. Hasil panennya nanti, harapannya, bisa masuk ke dapur lapas untuk diolah.
Nah, soal dapur ini ada kabar baru. Rupanya, Lapas Sukamiskin sudah resmi berfungsi sebagai dapur penyedia Makan Bergizi Gratis (MBG). Status itu didapat setelah Badan Gizi Nasional memberi lampu hijau, menilai fasilitas dapur di sana sudah memenuhi standar.
"Saya ke sini sekaligus mengecek program ketahanan pangan," ujar Agus kepada awak media yang menunggu.
Dia menjelaskan, berkat kerja sama dengan BGN, pihaknya akan membangun lebih banyak lagi dapur serupa. "Satu sudah jalan di Sukamiskin. Akan bertambah di 28 lokasi lain. Ke depan, rencananya ada 119 titik lagi yang akan kami siapkan," imbuhnya.
Menurut Agus, Kemenimipas akan memantau ketat kinerja dapur-dapur lapas ini. Kalau hasilnya efektif, kerja sama pasti akan diperluas. "Kemungkinan kalau nanti bagus, ya tidak menutup kemungkinan skalanya ditingkatkan," katanya.
Ketahanan Pangan: Bukan Cuma Program, Tapi Peluang
Di sisi lain, Agus melihat celah lain yang lebih luas. Program ketahanan pangan ini, baginya, bukan sekadar memenuhi agenda pemerintah. Ini adalah peluang ekonomi yang nyata. Dia bahkan mendorong pegawai di lingkungannya untuk serius menekuninya, bisa sebagai sumber penghasilan tambahan atau persiapan usaha saat pensiun nanti.
Artikel Terkait
Imipas Longgarkan Standar Risiko Narapidana untuk Atasi Kepadatan Lapas
Pelatnas Kirim Atlet Lebih Awal untuk Aklimatisasi Jelang All England 2026
Bus Transjakarta Tabrak Pengendara Motor di Gunung Sahari, Korban Luka Parah
Normalisasi Sungai Cirarab Ditargetkan Rampung Akhir Maret 2026