Di kantornya di Jakarta, Joao Angelo De Sousa Mota, Dirut Agrinas Pangan Nusantara, terlihat cukup puas. Ia baru saja mengumumkan penghematan anggaran yang fantastis: Rp46,5 triliun. Angka itu didapat dari proses pengadaan kendaraan operasional untuk Koperasi Merah Putih, yang menurutnya dilakukan dengan efisiensi ekstrem.
“Anda bisa lihat sendiri, saya berhasil menghemat Rp46,5 miliar. Silakan dihitung, berapa selisihnya per unit mobil,” ujar Joao, Selasa lalu.
Ceritanya begini. Awalnya, nilai pembelian kendaraan pick up dan truk 4x4 yang tercantum di e-katalog pemerintah mencapai Rp121,25 miliar. Namun, anggaran yang disiapkan Agrinas jauh lebih kecil, hanya Rp95,77 miliar. Di sinilah negosiasi alot terjadi. Alih-alih membeli dengan harga katalog, perusahaan BUMN ini justru meneken kontrak langsung dengan produsen otomotif India dengan nilai Rp74,7 miliar. Selisih antara harga katalog dan nilai kontrak inilah yang menghasilkan efisiensi miliaran rupiah tadi.
Menurut Joao, langkah ini sejalan dengan arahan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk benar-benar menekan anggaran, khususnya dalam proyek pengembangan koperasi. Agrinas, yang ditugaskan menggarap gerai-gerai Koperasi Merah Putih, berusaha mempertimbangkan setiap pembelian dengan matang. Impor langsung jadi pilihan untuk menghindari pemborosan.
“(Ini) untuk menunjukkan bahwa kami bisa bekerja tanpa pemberosan ekstrem. Pola pengelolaan anggaran seperti inilah yang ingin kami ubah di era sekarang,” jelasnya.
Soal pendanaan, Joao mengonfirmasi sumbernya berasal dari kucuran bank Himbara senilai Rp200 triliun. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp90 triliun sudah dialokasikan lebih dulu. Dananya dipakai untuk membangun sarana-prasarana, termasuk pengadaan armada kendaraan operasional yang diimpor ini.
Lalu, kendaraan seperti apa yang dibeli? Jumlahnya tidak main-main: total 105 ribu unit. Rinciannya, 35.000 unit Scorpio Pik Up dipasok oleh Mahindra & Mahindra. Sementara 70 ribu unit lainnya datang dari Tata Motors, yang terbagi menjadi 35 ribu Yodha Pick-Up dan 35 ribu Ultra T.7 Light Truck.
Dari sisi angka, efisiensi yang diklaim Agrinas memang signifikan. Namun begitu, yang jelas upaya ini menunjukkan geliat baru dalam pengadaan barang pemerintah. Mereka berusaha keluar dari pola lama, meski hasilnya nanti masih harus dibuktikan di lapangan.
Artikel Terkait
Pemerintah Pastikan Harga Beras SPHP Tidak Naik Meski Dolar Menguat
Ledakan Petasan di Balon Udara Blitar Tewaskan Pemuda, Lukai Dua Anak
Prabowo Penuhi Undangan Macron ke Paris, Kunjungan yang Sempat Tertunda Kini Terlaksana
Penjualan Tiket Pelni Tembus 39.797 Selama Libur Iduladha, Bau-Bau dan Makassar Jadi Rute Favorit