Prestasi atlet panjat tebing Indonesia belakangan ini memang luar biasa. Tak heran, sorotan dunia pun mengarah ke mereka. Yenny Wahid, Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), mengungkapkan fakta menarik: sejumlah atlet kita ternyata dilirik, bahkan diajak naturalisasi, oleh negara lain.
Bagi Yenny, ini justru pertanda bagus. “Artinya, kita diakui sebagai salah satu kekuatan besar di cabang ini,” katanya. Ia tak memandang fenomena ini sebagai ancaman, melainkan bukti dari kerja keras yang selama ini dilakukan.
Memang, track record mereka berbicara. Di SEA Games terakhir, panjat tebing jadi penyumbang medali emas terbanyak untuk kontingen Merah Putih total empat emas berhasil digasak. Padahal, saat itu FPTI sengaja menurunkan atlet-atlet muda. Performa mereka di ajang lain juga tak kalah gemilang.
“Atlet panjat tebing Indonesia dilirik oleh negara-negara lain. Bahkan, dimintai untuk melakukan naturalisasi di negaranya,” ujar Yenny Wahid saat ditemui di Istana Negara, Kamis (8/1).
“Jadi, atlet RI, atlet panjat tebing Indonesia dilirik oleh negara lain untuk mewakili negara tersebut dan menjadi warga negara yang diminta itu.”
Lalu, bagaimana sikap federasi? FPTI memilih untuk menyerahkan keputusan sepenuhnya ke tangan atlet. Yenny bersikap terbuka, terutama untuk atlet yang kariernya di dalam negeri sudah mendekati fase senja.
“Sampai sekarang atlet kita sih masih loyal pada NKRI, pada Indonesia. Tapi ke depan, atlet-atlet senior mungkin secara usia, tidak bisa lagi berlaga, ya bisa saja [dinaturalisasi negara lain],” tambahnya.
Menurutnya, ini bukan soal nasionalisme yang luntur. Ada pertimbangan pragmatis di baliknya. “Ini juga tentang mereka bisa tetap berlaga di luar negeri ketika "career path"-nya di dalam negeri sudah tidak lagi memungkinkan atau memang persaingannya sangat ketat.”
“Di panjat tebing itu persaingan kita luar biasa kompetitifnya di antara para atlet kita sendiri. Maka, saya pribadi tidak masalah kalau ada atlet kita yang kemudian memutuskan untuk pindah ke negara lain,” tutup Yenny.
Pernyataannya punya dasar. Beberapa tahun terakhir, panjat tebing Indonesia memang sedang di puncak. Mereka konsisten mencetak prestasi. Puncaknya? Tentu saja medali emas Olimpiade Paris 2024 dari Veddriq Leonardo di nomor speed. Prestasi itu seperti mengukuhkan semua yang diungkapkan Yenny Wahid: dunia sedang memperhatikan kita.
Artikel Terkait
Tiga Mesin Gol Liga Super Indonesia Dikabarkan Berganti Klub, Peta Kekuatan Papan Atas Terancam Berubah
Brexit Hambat Liverpool Rekrut Wonderkid Jerman, Eichhorn Baru Bisa Bergabung 2027
Carrick Minta Dana Rp3 Triliun untuk Boyong Tonali dan Ederson ke Manchester United
Chelsea dan Newcastle Bahas Transfer Lima Pemain Sekaligus Jelang Bursa Musim Panas 2026