PPI Dunia dan BNSP Jajaki Kerja Sama Sertifikasi Kompetensi untuk Pelajar di Luar Negeri

- Selasa, 24 Februari 2026 | 22:30 WIB
PPI Dunia dan BNSP Jajaki Kerja Sama Sertifikasi Kompetensi untuk Pelajar di Luar Negeri

Jakarta - Ada langkah baru yang digagas Perhimpunan Pelajar Indonesia Dunia (PPI Dunia). Organisasi yang mewadahi mahasiswa Indonesia di luar negeri itu sedang menjajaki kolaborasi dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Intinya, mereka ingin kerja sama di bidang sertifikasi dan pengembangan kompetensi bagi pelajar yang sedang menuntut ilmu di berbagai negara.

Dalam sebuah pertemuan, PPI Dunia membeberkan profil organisasi dan sederet program kerjanya. Salah satu yang disoroti adalah Internal Learning Series (ILS), sebuah program yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas internal anggota lewat pelatihan dan tentu saja, sertifikasi. Menurut mereka, minat pelajar dan alumni Indonesia di luar negeri untuk pulang dan berkarier di tanah air ternyata cukup besar. Nah, di sinilah sertifikasi kompetensi dianggap bisa menjadi nilai tambah.

Menanggapi hal ini, Ketua BNSP Syamsi Hari langsung menekankan satu hal. Baginya, meningkatkan kesadaran akan pentingnya kompetensi di kalangan generasi muda adalah kunci untuk memperkuat kualitas SDM Indonesia.

"BNSP menyampaikan pentingnya kesadaran akan kompetensi dan kebermanfaatannya,"

ujar Syamsi dalam siaran pers yang diterbitkan Selasa, 24 Februari 2026.

Dia melanjutkan, sertifikasi yang diterbitkan BNSP sudah diakui secara internasional. Dokumen itu bukan sekadar kertas, melainkan instrumen vital untuk memastikan standar kemampuan tenaga kerja kita. Karena itu, BNSP mendorong PPI Dunia untuk lebih aktif lagi. Peran mereka dibutuhkan untuk mengidentifikasi dan mengintegrasikan sertifikasi-sertifikasi internasional yang relevan dengan kebutuhan pelajar Indonesia.

"PPI Dunia diharapkan dapat mencari dan mengintegrasikan sertifikasi internasional serta membawa standar internasional ke dalam standar nasional,"

jelas Syamsi.

Menurutnya, PPI Dunia punya potensi besar untuk hal ini. Mereka bisa mengidentifikasi berbagai jenis sertifikasi populer di luar negeri yang mungkin belum banyak dikenal di Indonesia. Hasilnya, standar kompetensi nasional kita bisa jauh lebih kaya dengan wawasan global. Syamsi memberi contoh pengalaman BNSP mensertifikasi berbagai profesi, mulai dari Pekerja Migran Indonesia (PMI) hingga auditor halal yang memang diwajibkan bersertifikat.

Di sisi lain, BNSP juga mengapresiasi langkah PPI Dunia yang menginisiasi pertemuan ini. Mereka melihatnya sebagai kontribusi nyata untuk peningkatan kualitas SDM Indonesia.

"BNSP menyatakan bangga atas inisiatif PPI Dunia melakukan audiensi,"

tutur Syamsi.

Dukungan juga datang dari parlemen. Anggota Komisi VIII DPR RI, Sudian Noor, menyambut positif kolaborasi ini. Dia menilai rencana pengembangan sertifikasi bagi pelajar Indonesia di luar negeri bisa difasilitasi melalui berbagai skema pembiayaan yang sudah terbuka.

Pertemuan ini, meski baru awal, diharapkan bisa jadi momentum. Momentum untuk membangun sinergi yang memperluas akses sertifikasi kompetensi. Pada akhirnya, tujuannya satu: memperkuat daya saing sumber daya manusia Indonesia di kancah global.

(REN)

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar