Polri Kerahkan Pesawat dan Kapal Patroli untuk Bantu Korban Banjir Bandang di Sumatera

- Senin, 01 Desember 2025 | 16:30 WIB
Polri Kerahkan Pesawat dan Kapal Patroli untuk Bantu Korban Banjir Bandang di Sumatera

Upaya pengiriman bantuan untuk korban banjir bandang di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat kini dipercepat. Polri tak main-main, mereka mengerahkan segala sumber daya yang dimiliki. Dari udara, pesawat dan helikopter dikerahkan. Dari laut, kapal-kapal patroli pun disiapkan. Semua ini untuk menjangkau wilayah-wilayah yang terisolasi parah.

Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo sendiri memantau langsung operasi ini dari Mako Ditpolairud di Pondok Cabe, Senin (1/12/2025). Ia menegaskan, kecepatan adalah kunci utama.

"Pagi ini kita berada di Pondok Cabe, Pol Udara, untuk melaksanakan pendorongan bantuan kepada masyarakat yang ada di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat," ujar Dedi.

"Pendorongan logistik ini kita upayakan secepatnya agar dapat membantu masyarakat, sehingga mereka dapat bertahan dalam keadaan darurat," tambahnya.

Menurutnya, setidaknya tiga pesawat dan lima belas helikopter telah diterbangkan. Bahkan, sebagian helikopter sudah beroperasi sejak tiga hari lalu, terutama untuk menjangkau daerah-daerah terpencil di Tapanuli. Mereka melakukan airdrop, menjatuhkan bahan pokok dari udara untuk warga yang benar-benar terputus aksesnya.

Di sisi lain, operasi laut juga tak kalah gencar. Polri mengoperasikan sembilan kapal patroli Polair. Beberapa namanya disebutkan Dedi, seperti KP Wisanggeni-8005 dan KP Antareja-7007. Ada juga kapal tambahan dari Polda Kepri dan Riau yang ikut membantu lewat rute laut.

Namun begitu, tantangan terbesar masih ada di akses darat yang lumpuh total. Dedi berharap akses itu segera dibuka. Kalau jalan sudah bisa dilewati, bantuan pasti akan lebih banyak dan lebih cepat lagi sampai ke tangan korban.

"Polri menegaskan bahwa operasi akan terus berlangsung hingga kebutuhan kritis masyarakat terpenuhi," tegasnya.

Hingga hari ini, upaya itu sudah terlihat nyata. Polri telah mengirimkan bantuan logistik seberat 5,9 ton, ditambah sekitar 200 personel yang diterjunkan langsung ke daerah bencana. Mereka bekerja, berharap bantuan segera meringankan beban warga.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar