Di bawah terik matahari Jakarta, Lapangan Silang Monas menjadi saksi Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026, Kamis (12/3) lalu. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto memimpin langsung. Usai apel, Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho bicara soal kesiapan jajaran. Intinya, mereka siap berkolaborasi dengan semua pihak untuk mengawal arus mudik dan balik Lebaran tahun ini. Targetnya jelas: 'Mudik Aman, Keluarga Bahagia'.
Nah, yang menarik, tahun ini pengamanan bakal mengandalkan teknologi mutakhir. Bukan sekadar personel dan kendaraan operasional seperti biasa. "Operasi Ketupat saat ini kita menggunakan infrastruktur teknologi," ujar Irjen Agus.
"Kami akan pantau menggunakan ETLE, drone, dan bahkan ada bodycam yang nanti akan menempel pada personel untuk melayani masyarakat, baik di jalan tol, arteri, maupun pelabuhan."
Jadi, integrasi teknologi ini jadi tulang punggung utama. Tujuannya sederhana tapi krusial: respons terhadap dinamika di lapangan harus cepat dan akurat. Misalnya, untuk mengantisipasi kemacetan parah di titik-titik rawan.
Soal rekayasa lalu lintas macam one way atau contraflow, polisi punya dasar yang lebih terukur. Bukan cuma feeling atau prediksi lama. Semua berdasarkan hitungan digital. Irjen Agus memberi contoh konkret di KM 47.
Artikel Terkait
Kapolri Tegaskan Perubahan Paradigma Polri: Dari Menjaga ke Melayani
Bareskrim Ungkap Aliran Uang Rp 25,9 Triliun dari Tambang Emas Ilegal
DPR Desak Pemerintah Siapkan DIM untuk Percepatan RUU Pengelolaan Keuangan Haji
Motul Gelar Moride di Lampung, Wadah Silaturahmi dan Edukasi Perawatan Motor