Polri dan TNI Andalkan ETLE, Drone, dan Bodycam untuk Amankan Mudik Lebaran 2026

- Kamis, 12 Maret 2026 | 19:25 WIB
Polri dan TNI Andalkan ETLE, Drone, dan Bodycam untuk Amankan Mudik Lebaran 2026

Di bawah terik matahari Jakarta, Lapangan Silang Monas menjadi saksi Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026, Kamis (12/3) lalu. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto memimpin langsung. Usai apel, Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho bicara soal kesiapan jajaran. Intinya, mereka siap berkolaborasi dengan semua pihak untuk mengawal arus mudik dan balik Lebaran tahun ini. Targetnya jelas: 'Mudik Aman, Keluarga Bahagia'.

Nah, yang menarik, tahun ini pengamanan bakal mengandalkan teknologi mutakhir. Bukan sekadar personel dan kendaraan operasional seperti biasa. "Operasi Ketupat saat ini kita menggunakan infrastruktur teknologi," ujar Irjen Agus.

"Kami akan pantau menggunakan ETLE, drone, dan bahkan ada bodycam yang nanti akan menempel pada personel untuk melayani masyarakat, baik di jalan tol, arteri, maupun pelabuhan."

Jadi, integrasi teknologi ini jadi tulang punggung utama. Tujuannya sederhana tapi krusial: respons terhadap dinamika di lapangan harus cepat dan akurat. Misalnya, untuk mengantisipasi kemacetan parah di titik-titik rawan.

Soal rekayasa lalu lintas macam one way atau contraflow, polisi punya dasar yang lebih terukur. Bukan cuma feeling atau prediksi lama. Semua berdasarkan hitungan digital. Irjen Agus memberi contoh konkret di KM 47.

"Di situ ada radar yang bisa menghitung kendaraan per jam. Kalau sudah tembus 5.500 kendaraan, kami lapor Bapak Kapolri untuk eksekusi contraflow satu lajur. Jika naik ke 6.400, kita buka dua lajur," paparnya.

"Jika masih antre panjang, kita terbangkan drone untuk pantau flow-nya sebelum memutuskan one way sepenggal dari KM 70 sampai KM 236 arah Pejagan."

Fokus pengamanannya sendiri dibagi lima klaster, sesuai arahan Kapolri. Cakupannya luas banget: jalan tol, jalan arteri, penyeberangan, pelabuhan, bandara, stasiun, tempat ibadah, sampai lokasi wisata. Intinya, menjangkau seluruh wilayah.

"Esensi Operasi Ketupat ini adalah memastikan negara hadir," imbuh Irjen Agus. "Tidak hanya mengamankan arus mudik dan balik, tetapi memastikan rangkaian Ramadan, Idul Fitri, hingga perayaan Nyepi di Bali semuanya aman."

Operasi resminya berjalan 13 hari, dari 16 hingga 28 Maret 2026. Tapi jangan kira personelnya baru bergerak nanti. Sejak Kamis malam lalu, pergeseran pasukan ke pos-pos pengamanan sudah dimulai. Persiapan mereka, ternyata, tak menunggu hari H.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar