Mendoakan tamu yang datang menyambut kepulangan dari ibadah haji merupakan amalan yang sangat dianjurkan dalam ajaran Islam. Amalan ini tidak hanya menjadi ungkapan rasa syukur kepada Allah Swt. karena telah menunaikan rukun Islam kelima, tetapi juga menjadi momentum untuk saling mendoakan kebaikan. Keyakinan ini didasari oleh sebuah hadis yang menyebutkan bahwa doa orang yang baru menyelesaikan ibadah haji termasuk doa yang mustajab atau dikabulkan oleh Allah Swt.
Kementerian Agama telah menetapkan jadwal kepulangan jemaah haji Indonesia secara bertahap mulai Senin, 1 Juni 2026. Setibanya di Tanah Air, para jemaah dianjurkan untuk memanjatkan doa bagi siapa pun yang menjemput dan menyambut kedatangan mereka. Anjuran ini memiliki landasan kuat, sebagaimana sabda Rasulullah Saw. yang diriwayatkan dalam hadis Muttafaq ‘alaih: “Dan haji yang mabrur tiada ganjaran baginya kecuali surga.” Setiap muslim yang menjalankan ibadah haji tentu mendambakan predikat mabrur, karena tidak ada balasan yang lebih baik selain surga bagi mereka yang meraihnya.
Dalam Buku Manasik Haji dan Umrah terbitan Kementerian Agama, dijelaskan sejumlah adab yang perlu diperhatikan jemaah haji sebelum memasuki rumah dan berkumpul bersama keluarga. Sebelum tiba di kediaman, jemaah dianjurkan untuk melaksanakan sujud syukur dan shalat dua rakaat di masjid atau musala terdekat. Selain itu, mereka juga diminta untuk memintakan ampun dan mendoakan orang-orang yang turut menjemput dan menyambut. Hal ini didasarkan pada keyakinan bahwa doa orang yang baru pulang dari ibadah haji dikabulkan oleh Allah Swt.
Sementara itu, dalam Kitab Hasyiyatul Jamal yang dikutip dari literatur pustaka ilmu Sunni Salafiyah, terdapat penjelasan mengenai anjuran menyalami dan meminta doa kepada orang yang baru pulang haji. Sebuah hadis menyebutkan, “Apabila kalian berjumpa dengan haji (orang yang pulang dari melaksanakan ibadah haji) maka salamilah dia dan jabatlah tangannya dan mintalah agar didoakan olehnya, karena doanya akan mengampunimu.”
Ada beberapa doa yang dianjurkan untuk dibaca oleh jemaah haji saat menyambut tamu yang datang. Doa pertama adalah permohonan agar dapat kembali berziarah ke Baitullah. Berikut lafalnya: “Bismillahirrahmaanirrahiim. Alhamdulillahi rabbil ‘aalamiin. Allahumma shalli wa sallim wabaarik ‘alaa sayyidina muhammadin sholaatan tuballighuna bihaa hajja baitikal haraami waziyaarati qabri nabiyyika muhammadin.” Artinya, dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Ya Allah, limpahkanlah shalawat, salam, dan berkah kepada junjungan kami Nabi Muhammad, dengan shalawat yang bisa menyampaikan kami untuk berhaji ke Baitil Haram dan ziarah ke makam Nabi Muhammad.
Doa kedua yang dapat dipanjatkan adalah: “Laa ilaaha illallah wahdahu laa syariika lah lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syaiin qadiir. Aayibuuna taaibuna ‘aabiduuna lirabbina haamiduuna shadaqallahu wa’dahu wa nashara ‘abdahu wa hazamal ahzaaba wahdah.” Artinya, tidak ada tuhan yang Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nyalah kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dia atas segala sesuatu Maha Kuasa. Orang-orang yang kembali, yang bertobat, yang beribadah, yang bersujud, yang memuji. Benar janji-Nya, menolong hamba-Nya, serta menghancurkan sekutu dengan sendirian.
Doa ketiga adalah permohonan agar haji yang dilakukan menjadi haji yang mabrur. Lafalnya: “Allahummaj’al hajjana hajjan mabruura, wa ‘umratan ‘umratan mabruura wasa’yanaa sa’yan masykuuraa wa dzanban dzanban maghfuura wa ‘amalanaa ‘amalan shaalihan maqbuulaa wa tijaaratan lan tabuura yaa ‘aalima maa fish shudur akhrijnaa minadh dhulumaati ilan nuur.” Artinya, Ya Allah, jadikanlah haji kami haji yang mabrur, umrah kami umrah yang mabrur, sa’i kami sa’i yang disyukuri, dosa kami dosa yang diampuni, amal kami amal saleh yang diterima, dan perdagangan kami perdagangan yang tidak merugi. Wahai Dzat Yang Maha Mengetahui apa yang ada dalam dada, keluarkanlah kami dari kegelapan menuju cahaya keimanan.
Doa keempat adalah permohonan rahmat: “Allahumma sahhil umuurana wa hashil maqaashidanaa wa ballighnaa ilaika yaa Allah. Allahumma ijma’naa jam’an marhuumaa allahumma innaa nas aluka ni’mata wa rahmata wa husnal khaatimah.” Artinya, Ya Allah, mudahkanlah segala urusan kami, kabulkanlah segala keinginan kami, dan sampaikanlah kami ke hadirat-Mu. Ya Allah, kumpulkan kami bersama orang-orang yang mendapat rahmat-Mu. Ya Allah, kami mohon kepada-Mu nikmat, rahmat, dan akhir yang baik.
Doa kelima adalah permohonan kebaikan dunia dan akhirat: “Rabbanaa aatinaa fid dunyaa hasanah wafil aakhirati hasanah wa qinaa ‘adzaaba naar.” Artinya, Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta jauhkanlah kami dari siksa neraka.
Artikel Terkait
Ahli: Konsumsi Makanan Tinggi Lemak dan Alkohol Berlebihan Picu Kerusakan Hati hingga Kanker
Dokter Andrologi: Olahraga Kekuatan Lebih Efektif Tingkatkan Testosteron Dibanding Aerobik
Dua Lipa Resmi Menikah dengan Callum Turner dalam Upacara Sipil Tertutup di London
Ruben Onsu Sindir Adik Sarwendah sebagai Penghasut Konflik Rumah Tangga